Nasihat Seorang Ayah Tentang Dosa Perzinahan (Mogai) Bagi Setiap Anak Laki-Laki.
Dalam Amsal (5:1-23) berisi tentang nasihat keras seorang ayah untuk menghindari dosa perzinahan, menekankan bahaya kehancuran fisik, moral, dan sosial yang ditimbulkannya. Teks ini memperingatkan bahwa daya tarik perzinahan (seperti madu) hanya sementara dan berujung pahit (pedang permata dua), serta mendorong kesetiaan dalam pernikahan bagi setiap anak Laki-Laki.
Setiap anak mudah laki-laki dinasihati dan disarankan untuk menjaga keperjakaan sebelum memiliki pasangan hidupnya. Dan setiap perempuan dicari adalah jodoh yang berkenan Tuhan selama mereka hidup kedalam dunia nyata. Dalam penjelasan ayat tentang nasihat perzinahan ini diketahui empat bagian sebagai berikut:
1. Peringatan terhadap Godaan (Amsal 5: 1-6).
Perzinahan digambarkan sebagai perempuan jalan yang bibirnya manis seperti madu tetapi akhirnya pahit seperti empedu dan membawa menuju maut. Setiap anak laki-laki dinasihati dan diarahkan untuk berhati-hati dalam hubungan pergaulan terutama kepada setiap lawan jenis. Mulai dari usia keremajaan sampai pemuda dimana setiap anak laki-laki muda jatuh kedalam godaan sebagai tanpa awal kejatuhan Iman dan moral. Misalnya, anak laki-laki dinasihati untuk tidak terbawa kedalam godaan yang timbul pada masa muda. Dan nasihat seorang ayah juga bersumber dari pesan Allah supaya ketaatan dan kehormatan setiap anak muda tidak terjerumus kedalam dosa perzinahan (mogai) selama hidupnya. Sebelum memulai kehidupan baru, setiap anak-anak dinasihati tentang hikmat dan kecerdasan dalam mematuhi pengajaran Tuhan agar mereka tidak terjerumus kedalam godaan dan cobaan Iblis terkait dosa perzinahan itu.
2. Jauhi dan Hindari Perzinahan (Amsal 5:7-14)
Nasihat untuk menjauhkan jalan hidup dari pezinah, tidak mendekati pintu rumahnya, agar kehormatan, tahun umur, dan kekayaan tidak hilang atau dinikmati oleh orang asing. Setiap pezinah berusaha mencari kesenangan dan kenikmatan sesaat untuk memuaskan hubungan seks, merampas kekayaan, dan menghancurkan tubuhmu sehingga diarahkan setiap laki-laki muda tidak mendekati perempuan jalan dengan tujuan menjaga kehormatan, kesucian, kekudusan dan kekayaan yang diberikan tidak dapat dinikmati orang lain. Tentu dengan jalan kekudusan dan kemurnian tanpa terbawa arus kedalam dosa perzinahan menjamin keselamatan hidup. Seseorang diberkati kehidupan berumur panjang, kekayaannya berlimpah dan kedamaian akan terus ada dalam hidupnya. Asalkan setiap laki-laki muda bisa berusaha menjauhi dan tidak mendekati perempuan jalan yang mencari kenikmatan sesaat itu.
3. Kesetiaan Pernikahan (Amsal 5:15-20)
Setiap laki-laki bujang diarahkan membentuk rumah tangga untuk menjaga wibawa, penghormatan dan pengudusan dalam hubungan biologis agar kehidupan menjadi lebih indah dan damai untuk mencapai harapan hidup sesuai ajaran dan didikan setiap orangtua termasuk nasihat dari seorang ayah kita kedalam kehidupan nyata.
Dorongan untuk setia dan bersukacita dengan istri masa muda. Laki-laki dapat dinasihati tentang kesetiaan dalam hubungan dengan istrinya bukan dengan perempuan sundal yang mencari kesenangan dan kenikmatan sesaat di jalan-jalan.
Hubungan seksual digambarkan sebagai mata air pribadi yang harus dijaga, tidak untuk dibagikan kepada orang luar. Setiap laki-laki dinasihati supaya dapat memilih satu pasangan yang diakui sebagai istri yang sah untuk menjalin hubungan mereka.
4.Pengawasan Tuhan (Amsal 5:21-23)
Ditegaskan bahwa Tuhan melihat setiap jalan manusia. Orang yang berzina akan terjerat dosa sendiri dan binasa karena kebodohannya sendiri. Akibat dari dosa perzinahan (mogai) seseorang dapat memilih kematian. Dimana mata Tuhan tertuju pada setiap perbuatan manusia, termasuk orang yang suka berzinah itu. Dalam hal ini hubungan dengan dosa perzinahan diluar pernikahan dapat diwaspadai sebagai bentuk ketaatan pada nasihat dari setiap ayah kepada anaknya.
Setiap anak laki-laki dinasihati tentang ketaatan, kesetiaan dan harmonisasi didalam kehidulan terutama tentang kepatuhan pada nilai Iman, moral dan budaya kita. Hubungannya dengan dosa perzinahan seseorang dinasihati kepada anaknya supaya seluruh kehidupan tidak menimbulkan kerusakan, kehancuran dan tidak menimbulkan perbuatan najis menuju perubahan hidup menyeluruh.
Kesimpulan dan Saran
Secara keseluruhan, pasal ini menekankan hikmat untuk memelihara kekudusan diri dan kesetiaan dalam rumah tangga sebagai bentuk perlindungan diri dari kehancuran. Dengan adanya nasihat seorang ayah dapat menguatkan keyakinan, keteguhan dan komitmen diri untuk mencari jalan keselamatan dari godaan, cobaan dan ujian Iman yang seringkali dihadapi setiap anak muda terutama kaum laki-laki diatas pangajaran berbagai nasihat dan didikan seorang ayah kepada anaknya sebagai penggati orangtua kita kedalam dunia nyata mengejar kehidupan kekal (surga) disana.
By: Jachob T Gobai / Refleksi Sosial