Wanita itu biasanya menjadi sumber segala produk; entah produk jiwa manusia, kebahagiaan, kedamaian, kelimpahan dan keberhasilan di dalam rumah tangga, tetapi kondisi tertentu wanita diperlakukan ketidakadilan misalnya pria korbankan hak hidupnya dengan tindakan pemukulan, penindasan, pemerkosaan, diperas kekayaan sampai korbankan dirinya dengan seks yang menjadi kesenangan diketahui sejauh ini.
Pada awalnya, wanita diciptakan untuk pelengkap hidup setiap kaum laki-laki supaya kehidupan diantara dunia jenis kelamin yang berbeda dapat bersatu hingga berusaha mewujudkan kesempurnaan hidup itu sendiri. Hanya dengan hidup rukun, damai dan sejahtera mewujudkan keharmonisan didalam rumah tangga. Namun wanita sering dipadang kaum yang lebih lemah dan tidak kuat menghadapi keadaan di prihatin kan hidupnya, terutama kepada setiap suaminya. Setelah berkeluarga pun diri mereka dipandang rendah meskipun segalanya dikorbankan.
Wanita yang bermental dan beriman tentu tidak mudah dirayu, ditipu dan dipermainkan pria tetapi mereka bisa berdiri kuat mempertahankan hak hidupnya sampai mati. Sambil mereka menjaga citra diri, punya kekuatan Iman, menjaga reputasi dan dipertahankan martabatnya sebagai kaum hawa. Mereka diberi kebebasan dari tindakan kekerasan sepanjang hidupnya. Mereka bisa menjaga harkat dan martabat dirinya sebagai kaum hawa yang memiliki segala produk sebelum menikah bersama calon suaminya ataupun setelah berkeluarga
Bukankah perempuan adalah tulang rusuk setiap kaum pria yang diperlakukan keadilan...?
Asalkan kaum hawa (perempuan) dapat menjaga harga diri mereka dari cobaan dan godaan sampai mati. Karena tanpa diciptakan kaum hawa (perempuan) pada awal penciptaan, belum tentu generasi baru akan dilahirkan untuk menumbuhkan pertumbuhan penduduk suatu bangsa di dalam kehidupan nyata.
Diakui dan dihormati setiap kaum wanita yang mudah mencucurkan air mata dari pengalaman hidup. Mereka ingin bebas dari keterpurukan, kebodohan, tekanan, ketidakmengertian, penindasan dan tindakan kekerasan lainnya. Secara ciptaan mereka kaum yang lebih lemah kondisi fisik tetapi segala sumber produk mengalir dari dalam diri mereka.
Disini setiap kaum perempuan dapat mengambil teladan dari Abigail istrinya Nabal. Perempuan bernama Abigail itu bijak, selalu merendahkan diri, beriman dan cantik tetapi suaminya Nabal itu kasar, jahat dan sikap egois tinggi didalam kehidupan mereka. Meskipun abigail diperlakukan tidak adil, disakiti, diperas kekayaan, dan dipermainkan sekalipun setiap istri wajib kuat untuk menjaga sumber produk yang diberikan Allah di dalam kehidupan sehari-hari (1Samuel 25:17-33).
Ingat ketika wanita kuat yang mudah keluarkan air mata ketika merasakan sedih dan kaku tentang segala beban hidup yang dihadapi kedalam dunia nyata selama ini. Secara lahiriah setiap perempuan dilahirkan mudah keluarkan air mata namun perjuangan mereka diperkahi dengan berkat segala produk didalam kehidupan di dunia.
Sebagai kesimpulan, setiap kaum perempuan tidak terluput dari kehancuran dan atau kebaikan didalam kehidupan sebuah rumah tangga sering kali berawal dari keputusan pribadi anggonya. Dengan pilihan hidup ini segala produk yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik sumber dapat diterima secara bebas menikmati kedalam dunia nyata. Karena itulah setiap wanita adalah produk segalanya dalam kehidupan, asalkan mereka diakui dan diperlakukan adil oleh setiap Pria kedalam dunia nyata.
😭😢😵😷
By: Jach T Gobai /Refleksi Sosial




