Headlines News :

.

.
Home » , , , , » Perbedaan Tidak Mempengaruhi Kehidupan Rumah Tangga Keluarga.

Perbedaan Tidak Mempengaruhi Kehidupan Rumah Tangga Keluarga.

Written By Aweida Papua on Sabtu, 06 Juni 2026 | 14.59

Keluarga Papua Jerman
Perbedaan Tidak Mempengaruhi Kehidupan Rumah Tangga Keluarga. 


Dalam kehidupan setiap insan manusia pasti ada perbedaan. Entah perbedaan ras, budaya, tempat keberadaan, bahasa maupun agama. Perbedaan juga diketahui setiap ide, gagasan, pikiran, nasib, perasaan maupun rencana harapan. Memang setiap insan manusia tidak terluput dari segala perbedaan di bumi ini. Disitulah kita sudah berada diantara macam macam pilihan hidup sesuai klasifikasi perbedaan itu. Tetapi semua perbedaan tidak mempengaruhi kehidupan di dunia. Dimana kita hidup diantara takdir maupun usaha keras yang diterapkan setiap orang. 

Disini kita akan mengetahui perbedaan berbasis Ras dan Budaya yang heterogen sesuai perkembangan dunia sebagimana perubahan semakin global. Dimana setiap orang dilahirkan untuk menyesuaikan lingkungan hidup. Kehidupan sudah berubah dari primitif ke moderinasi hingga proses amalgamsi (kawin campur) seringkali diketahui dimana-mana. Dimana setiap laki-laki dan perempuan dibesarkan untuk mencari kebebasan supaya keserasian dan harmonisasi hidup tercipta di kalangan global. Misalnya, setiap orang dilahirkan memilih pasangan hidupnya tanpa diikuti kesamaan ras, budaya dan bahasa yang berbeda menjadi satu ikatan keluarga sesuai pergumulan hidup setiap orang. Oleh karena itu, perbedaan ras, budaya, bahasa dan kepentingan agama tidak menggugat takdir Tuhan dalam hubungan pasangan suami istri melalui usaha doa mereka. 

Laki-laki dan perempuan adalah ciptaan yang sama tetapi bagaimana saling berpengertian antara kedua pasangan untuk menjalin hubungan yang harmonis tanpa memandang perbedaan ras dan budaya yang dianggap heterogen. Kedua pasangan suami dan istri mereka mempunyai hubungan yang erat dan dapat menikmati kebahagiaan serta diciptakan kedamaiaan dalam rumah tangganya sendiri.

Jodoh bisa dimiliki sekarakter atau dapat dipandang cerminan diri karena dipengaruhi dari faktor psikologi, kebiasaan yang identik, konvergensi perilaku. Dan atau mencari pasangan hidupnya sesuai kepribadiannya terpandang mirip dengan dirinya sendiri. Dan mungkin kebiasaan hidup mereka yang dipandang sekarakter dan sedarah didalam proses kehidupan mereka. 

Mereka harus memilki berbagai kebutuhan menjadi jaminan dan standar hidup dalam keluarga itu sendiri. Kebutuhan primer, sekunder dan tersier yang menjadi jaminan utama dipenuhi selain membangun hubungan suami istri yang beda ras dan budaya sebelumnnya. Hidup saling berpengertian antara suami dan istri, karena keduanya dipersatukan sesuai karakter dan golongan darah yang sepadang. 

Misalnya, K
edua pasangan suami dan istri mungkin sudah berpengalaman dalam kondisi suka maupun duka, kehidupan manis ataupun pahit, rasa bahagia ataupun derita. Semuanya yang dialami sebagai tantangan dan cobaan tetapi juga menjadi ujian akhir menuju perubahan. Sebagai bagian dari kematangan fisik dan mental, mereka melanjutkan kehidupan baru yang diterima bersama pasangan hidupnya. Dengan adanya pengalaman adalah guru terbaik bagi masing-masing pribadi sebelum mengahadapi berbagai persoalan dalam rumah tangganya. 

Setelah diikuti dari berbagai pengalaman, tentu mereka merasa bahagia dan harmonis diantara kedua pasangannya meskipun ada perbedaan ras. Dan untuk menentukan pasangan hidup bukan dilihat dari perbedaan ras dan warna kulit. Akan tetapi perbedaan itu bukan hal yang diperdebatkan dan dipertimbangkan, asalnya kedua pasangannya mempunyai sedarah dan sekarakter selama mereka hidup kedalam dunia nyata. 

Meskipun dilihat dari turunan gen akan berpengaruh dan merasa ganjil pada anak yang akan dilahirkan sebagai pengganti keturunan ayahnya. Tetapi yang dibutuhkan dalam kehidupan adalah kebahagiaan dan kedamaian hidup dalam rumah tangga, sesuai karakter yang berimbang dan golongan darah yang sama tanpa mempertimbangkan perbedaan ras, budaya dan keberadaan lingkungan. 

Perbedaan Ras 
Secara menusiawi terkadang kita mempunyai banyak pertimbangan menyangkut perbedaan ras, budaya dan bahasa yang bervariasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun perbedaan bukanlah suatu hal yang harus dipertahankan. Sebab jodoh antara suami dan istri dapat ditentukan oleh pencipta manusia, asal relasi antara suami dan istri dapat terjalin baik dan terarah untuk mewujudkan perubahan sepanjang hidup mereka.

Hidup pada masa kini, tidak seperti hidup para leluhur yang telah menikmati kebahagiaan dan keharmonisan. Yang terpenting adalah suami dan istri mereka mempunyai sedarah dan sekarakter selama mereka masih hidup. Tetapi dengan perkembangan dunia yang semakin era global ini dapat menimbulkan pengaruh lingkungan yang selalu hidup dari budaya ketergantungan tanpa mendasari makna hidup sesunggunya pada masa kini. Akan tetapi, setiap orang yang terlanjur sebagai suami dan istri karena perbedaan ras mereka mampu kendalikan proses hidup keluarga serta menyesuaikan pada kebutuhan yang dimilikinya.

Kebahagiaan dan kedamaian dapat dialami dan terus dirasakan, jika kedua pasangannya memiliki keserasian hidup dan selalu menyatakan "syukur"dengan kebutuhan yang mereka miliki dalam kehidupan hari-hari. Semestinya, kedua pasangan harus memiliki sekarakter dan sedarah sepanjang hidup, agar keserasian hidup dapat dialami sepanjang kehidupan mereka.

Setiap orang mempunyai mimpi hidup tentang segala hal termasuk calon teman hidup. Dan pansangan hidup sudah ditakdirkan dan tidak harus memaksakan keinginan setiap orang. Oleh karena itu, usaha bisa dilakukan untuk mencari pasangan hidup sesuai keinginan  setiap orang tetapi senantiasa mengikuti mimpi hidup untuk menemukan pasangan yang serasi dan sepadang tanpa mempertimbangkan latar belakang Ras, Budaya dan bahasa yang bervariasi kedalam pada era zaman ini. 

Sebagai kesimpulan, meskipun mereka memiliki perbedaan ras, budaya, bahasa, dan kepentingan agama tetapi ikatan cinta dari hubungan sedarah dan sekarater mempersatukan perbedaan. Dan kedua pasangan senantiasa memikirkan keselamatan rumah tatangga sambil memperjuangkan kehidupan kekal di surga itu. Sebab kunci keselamatan bagian dari upaya keras dari setiap laki-laki dan perempuan yang dimulai dari mimpi hidup yang ditakdirkan TUHAN melalui usaha untuk membangun rumah tangga yang damai melalui tindakan kasih (love). 

By: Jach T Gobai / Refleksi Hidup
Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA