Apakah Suku Mee adalah salah satu suku yang suka melakukan Hubungan SEKS....?
Tindakan percabulan (seks bebas) bagian dari tindakan tidak bermoral dan tidak beretika. Percabulan adalah segala bentuk tingkah laku, manifestasi fisik, atau tindakan lahriah yang dianggap tidak sopan, tidak moral, dan melanggar norma kesusilaan umum yang didorong oleh hawa nafsu birahi. Ini mencakup perbuatan seksual yang dianggap melampui batas kewajaran seperti zinah atau tindakan seks tanpa nikah lainnya. Memang setiap suku bangsa diciptakan untuk melakukan berhubungan badan (seks) diantara lawan jenis tetapi tindakannya sesuai ketetapan hukum positif yang diterapkan oleh masyarakat suatu wilayah atau daerah masing-masing.
Sesunggunya, orang Mee adalah salah satu suku yang memiliki akal sehat, punya dasar kehidupan, entah sistem ekonomi, pertanian, politik dan sosial budaya. Mereka terlebih dahulu melihat (douu), berpikir (gaii) dan melakukan (ekowai). Ketiga filosofi ini menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh suku Mee para leluhur sebelumnya. Makanya, suku Mee itu tidak pernah hidup bebas dari larangan dan pelanggaran hukum untuk melihat, berpikir dan melakukan sesuatu sebagai prinsip dasar suami dan istri diantara kedua pasangan itu.
Sebelum menerima agama dan pemerintah orang yang kedapatan zina ditangkap dan dibunuh mati merupakan bagian dari kebiasaan para leluhur yang hidup dari hukum positif. Orang Mee memiliki hukum positif dihargai sebagai tanda pelarangan setiap generasi turun temurun tetapi akibat pengaruh perkembangan zaman, seseorang tidak dapat dikendalikan tindakan percabulan (seks bebas) hingga terjangkiti berbagai penyakit kutukan. Kematian manusia suka Mee sangat tinggi akibat ketidaktaatan pada larangan jangan berzina (mogai tetai) itu.
Orang Mee identik dengan suka seks diluar pernikahan. Orang Mee terlihat kecil postur tubuhnya dari suku lainnya diatas Tanah Papua. Tetapi secara fisik sangat keras dan emosinya tidak terkontrol hingga nafsunya tinggi selama masih berada di lingkungan terbuka. Semua larangan nilai budaya terkait jangan berzina (mogai daa) diabaikan hingga berpengaruh terhadap budaya ketergantungan sesuai perkembangan zaman sejauh ini. Oleh karena itu, perbuatan zina (cabul) atau seks bebas tanpa melalui proses pernikahan dapat ditemukan sejauh ini.
Orang Mee banyak diketahui kawin-mawin tanpa pernikahan dari kebijakan agama maupun adat dapat ditemukan korban perzinahan (seks bebas) diantara sesama suku dimana-mana. Perzinahan (seks) dianggap permainan biasa dan kawin-mawin seperti praktek binatang yang tidak dapat membedakan baik dan buruknya resiko percabulan itu.
Mengapa HIV AIDS Suku Mee angka kematian lebih tinggi dibandingkan suku lainnya diatas Tanah Papua....?
Karena faktornya panas, emosi dan nafsu tinggi hingga pemusnahan etnis cukup tinggi diantara kalangan sesama. Dan kurangnya pemahaman tentang larangan "Jangan Berzina" terhadap generasi penerus hingga anak negeri ditumbang dimana-mana. Hanya dengan suka berpacaran, berciuman hingga pasrah pada kenikmatan seks tak terhindar dikalangan orang Mee Papua.
Akibat dari suka seks tanpa dilakukan proses adat dan aturan agama membuat jumlah penduduk kita menurun drastis tanpa membedakan golongan orang. Kehidupan sosial yang berbaur, kurangnya teguran dan tekanan dari aturan agama. Dan semangat kebersamaan terlihat hancur berkeping-keping di tengah kondisi hidup yang tak menentu ini.
Dengan manifestasi fisik yang mengandung percabulan bagian dari perbuatan fisik, bukan sekedar pikiran atau hasrat batin (nafsu birahi). Dan tindakan seks bebas dianggap melanggar norma agama, sosial dan konteks budaya bangsa kita.
![]() |
| Hawa Nafsu |
Solusinya, setiap perbuatannya merasa tidak dapat menahan panas, emosi dan pafsu wajib memiliki pasangan hidupnya tanpa memburu perkawinan liar yang menimbulkan penyakit seks hingga terbawa arus kedalam kematian. Sesuai dengan nilai budaya bangsa, untuk mencari jodoh pastinya melalui proses minang kepada orangtua bukan diterapkan pacaran tidak sehat hingga tindakan seks dilakukan tanpa kontrol diri. Oleh karena itu kita tidak pernah dilahirkan dengan suka seks bebas tetapi berdiri membangun pasangan hidup yang diakui secara nilai budaya bangsa dapat diusahakan setiap orang menuju pemulihan total.
By: Jach T Gobai (Pecinta Alam🌿🍃)
Disposkan: Aweida Papua




