![]() |
| Tempat Keramat |
Secara seksama dapat dipastikan bahwa tempat keramat/sakral yang menjadi rumah Allah (bait Suci) tidak dapat ditemukan. Bahkan banyak orang mencari-cari para pengikut Kristus di belahan dunia sejauh ini. Disini diketahui tiga tempat yang menjadi tempat keramat/sakral diyakini diantaranya, Tubuh manusia, Didalam gedung gereja dan Lokasi alam Bebas. Setelah ditentukan tiga tempat keramat/sakral, mari kita ikuti dan pelajari penjelasan secara pesifik sebagai berikut.
A. Tubuh Manusia Diyakini Pusat Keramat/Sakral.
Setiap tubuh umat manusia adalah tempat keramat sejati sebagai rumah Allah atau bait Roh Kudus yang dijaga, ditutupi dan diselamatkan dari segala pelanggaran. Setiap umat Kristiani meyakini bahwa tempat keramat sejati yang dijaga dan diselamatkan adalah setiap tubuh umat manusia itu sendiri.
Tubuh kita adalah rumah milik TUHAN, Rohnya hidup menguasai seanteronya. Tubuh kita sebagai tempat keramat/sakral mutlak yang dipahami secara logis. Tempat keramat atau sakral dapat dijaga dan dipagari sesuai kemampuan berpikir yang tepat dan benar kedalam kehidupan umat manusia. Tanpa kehidupan kudus dan suci semua orang tidak berharga dan kehilangan kemulian.
![]() |
| Taman Eden |
Penyakit yang dapat merusak tempat keramat/sakral sejati yang merupakan kediaman Allah adalah perbuatan zina (mogai), Isap Rokok, dan Minuman Keras (mabuk) yang merusak rumah TUHAN itu sendiri. Secara langsung tentu Allah menyinggung dan menimpah murkahnya terhadap setiap manusia yang melakukan perzinahan (mogai) pada masa bujang maupun setelah berkeluarga. Kemudian perbuatan minum mabuk yang merusak keramat/tempat sakral yang disebut rumah Allah sendiri. Dan kebiasaan merokok juga merusak kondisi tubuh yang dianggap bait Roh Kudus itu. Sebab Roh Allah tidak ingin menerima segala sesuatu yang dapat merusak dan menghancurkan tubuh kita sebagai keadiamannya.
Renungan ayat Alkitab yang merusak tubuh kita sebagai rumah Allah/bait Rohkudus dapat dipahami dan dipelajari didalam kitab (1 Korintus 6:19-20, 1 Korintus 6:12, dan 1 Korintus 10:31) yang telah dijelaskan terkait kecanduan tubuh manusia. Kaitannya dengan kebiasaan tindakan dosa seperti zina, minum mabuk dan morokok tentu didalam diri kita tidak ada Allah. Perbuatan yang berdampak pada tubuh manusia merusak keramat/tempat sakral itu. Dan mereka dikendalikan Roh kegelapan yang berdiam didalam tubuh mereka.
B. Gereja Diyakini Tempat Keramat/Sakral Bagi Umat Kristiani.
Tempat keramat/sakral yang dikuduskan, dijaga dan diselamatkan selain tubuh manusia adalah tempat pemujaan, dimana manusia langsung berkomunikasi dengan Allah di gereja dan di tempat tinggal kita. Sebelum kita membangun komunikasi lewat doa dan pujian penyembahan kepada Allah patut diukur diri sendiri. Disetiap gedung gereja yang kita bangun adalah tempat untuk memuliakan TUHAN, bukan tempat mencari kepentingan duniawi yang ditimbul dari keinginan daging. Oleh karena itu, tubuh yang sehat, segar dan tidak bercacat dapat mengundang TUHAN mulai dari dalam gedung gereja sebagai tempat keramat/sakral itu.
![]() |
| Enagotadi |
Konsentrasi utamanya adalah fokus beribadah bukan memanfaatkan waktu untuk kepentingan organisasi duniawi. Kuduskanlah gedung gereja yang dibangun diatas dasar YESUS dengan segala bentuk ibadah yang memuliakan-Nya. Dengan ibadah yang sejati, Allah mengubah kehidupan gelap menjadi terang dan memberkati seluruh kehidupan umatnya.
C. Lokasi Alam Bebas Diyakini Tempat Keramat/Sakral Menurut Para Leluhur.
Sebelum adanya penyebaran agama setiap keluarga, suku dan bangsa pada umumnya pernah meyakini bahwa tempat tertentu yang suci atau memiliki kekuatan alam diakui tempat bertapa dan berteduh dalam bentuk penyembahan kepada Allah nenek moyang. Mereka percaya bahwa pemilik kebenaran tentu ada didalam lokasi yang dianggap suci dan sakral sehingga biasanya dipagari dan dilarang seseorang mengganggu tempat yang dikhususkan itu.
![]() |
| Manataidagi |
Tempat keramat/sakral yang diyakini pada leluhur bisa berada di hutan, di sungai, maupun di gunung. Disitulah tempat keberadaan Allah dan pasukan surga bertapa, berteduh dan mengontrol kehidupan umat manusia kedalam dunia. Tempat sakral/keramat seseorang dilarang membongkar lingkungan dan tidak boleh diambil sesuatu yang ditemukan. Tempat ini dianggap memiliki kesucian dan terdapat nilai spritulitas tinggi. Oleh karena itu, tempat keramat/suci yang diyakini para leluhur (nenek moyang) sudah diubah dengan bentuk gedung gereja saat ini. Asalkan dengan segala kemampuan yang dimiliki manusia tidak merusak lingkungan alam bebas yang memberi sumber kehidupan kita.
D. Kesimpulan dan Saran
Setelah diketahui tempat keramat atau sakral bagi setiap orang, diwajibkan hidup dalam kekudusan, kesucian dan menjaga kondisi tubuh, gereja dan lokasi yang dianggap suci semuanya kedalam dunia nyata. Dan setiap orang mentaati segala aturan dan larangan hukum demi penyelamatan. Kesucian suatu tempat bukan berasal dari kekuatan mistik intrinsik, melainkan kehadiran atau perjumpahan dengan Allah yang kudus. Dan konsep sakral yang dimaksudkan adalah tempat khusus (bait suci) menuju kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus dan Roh Kudus yang diam di dalam orang percaya.
Disarankan bahwa setiap tempat keramat/sakral tidak diganggu, dikotori, dinodai dan dihancurkan. Setiap anggota tubuh wajib dikuduskan sebagai rumah Allah dari kebiasaan buruk seperti perbuatan zina, minum mabuk dan berhenti meroko. Kemudian dosa-dosa besar yang merusak proses berjalannya ibadah didalam gedung gereja juga dapat dijauhi demi pemulihan dan pengudusan. Dan setiap alam bebas yang memberi kehidupan dapat dijaga, dilestatikan dan dipagari untuk memperoleh kelangsungan hidup umat manusia.
By: Jachob T Gobai /Pecinta Alam🌿🍃
Disposkan : Aweida Papua.




