Headlines News :

.

.
Home » , , , , , » Adakah Rumah Laki-Laki (Emage) Pada Generasi Terkini....?

Adakah Rumah Laki-Laki (Emage) Pada Generasi Terkini....?

Written By Aweida Papua on Jumat, 20 Maret 2026 | 00.44

Adakah Rumah Laki-Laki (Emage) Pada Generasi Terkini....? 

Laki-laki dilahirkan sebagai seorang Imam didalam rumah tangga. Dan diberikan segala Hikmat dan Kebijaksanaan untuk bertindak berhati-hati sesuai konsep awal dari rumah laki-laki. Dan setiap anak laki-laki diarahkan tidur rumah laki-laki (Emage) dengan tujuan menguduskan mimpi hidup (kubabagume) menjadi tidak kabur dan gelap kemudian hari. 

Setiap laki-laki terus menerus disarankan dan diarahkan tidur di honai laki-laki. Didalam rumah laki-laki (emaga) mendapatkan banyak pengetahuan dan ketrampilan dasar guna menunjang berbagai kebutuhan. Entah kebutuhan fisik maupun mental spirit guna melengkapi kemampuan berpikir setiap kaum laki-laki kedalam dunia nyata. 

Dari rumah laki-laki (yamee owaa/Emage) yang dibangun untuk merawat segala pikiran sehat, harapan dan impian supaya setiap kaum laki-laki dapat berpikir secara dewasa. Dengan diskusi terbuka diantara semua kaum laki-laki akan menerima berbagai hikmah untuk perubahan setiap rumah tangga masing-masing orang. 

Sesunggunya, laki-laki suku Mee adalah salah satu suku yang memiliki akal sehat, punya dasar kehidupan, entah sistem ekonomi, pertanian, politik dan sosial budaya. Mereka terlebih dahulu melihat (douu), berpikir (gaii) dan melakukan (ekowai). Ketiga filosofi ini menjadi kebiasaan hidup yang diterapkan oleh suku Mee daerah Meepago sebelumnya. Makanya, suku Mee bagi setiap kaum laki-laki tidak pernah hidup bebas dari larangan dan pelanggaran hukum untuk melihat, berpikir dan melakukan sesuatu sebagai prinsip hidup mereka. 

Laki-laki bisa bertamu dan tinggal sementara di rumah para perempuan (gebou) tetapi dilarang tidur bersama perempuan. Karena ada kelemahan tertentu pada setiap kaum perempuan sehingga diarahkan laki-laki wajib tidur (Emage/Yamee Owa) sepanjang hidup mereka pada masa lalu. 

Seorang kepala keluarga tidak bisa tidur di rumah perempuan (gebou) untuk menjaga dirinya dari larangan dan nilai budaya bangsa. Dia bisa pergi ambil makanan dari istrinya di rumah perempuan tetapi dia tidak bisa tidur bersama, kecuali berhubungan badan (seks) bersama istrinya sementara waktu. Tentu dia kembali ke rumah laki-laki dengan tujuan menjaga larangan nilai budaya bangsa kita sebelumnya. Kondisi tertentu, istri mengantarkan makanan bagi suaminya tetapi diterima dari luar artinya istrinya tidak bisa masuk kedalam rumah laki-laki karena dilarang masuk kedalamnya. Itulah nilai budaya bangsa yang jarang dipelajari setiap generasi penerus selama ini. 

Zaman sekarang, tidak dapat membedakan rumah laki-laki dan perempuan. Justru laki-laki sering tidur berpelukan bersama istri dari rumah perempuan (gebou). Darimana seorang kepala keluarga mendapatkan hikmat khusus dari TUHAN (ugatamee) untuk mengalami suatu perubahan hidup kemudian hari....? 

Justru karena banyak pelanggaran dari nilai budaya bangsa membuat pikiran tumpul, perasaan kita masih kotor, berpikir kurang cerdas, harapan hidup masih samar-samar, dan tertutup segala berkat usaha. Semua usaha dianggap gagal dan sial dengan perjuangannya hingga praktek nilai budaya bangsa diabaikan generasi terkini. 

Oleh karena itu, kapankah kita akan membangun rumah laki-laki (Emage/Yamee Owa) untuk merawat nilai budaya kita. Dengan adanya rumah laki-laki (Ema Owa) setiap orang dapat berdiskusi bersama, memikirkan harapan hidup, dan menghidupkan masing-masing keluarga dengan ketaatan pada larangan nilai budaya bangsa itu sendiri. Setiap orang diwajibkan membangun rumah laki-laki (Emage/Yamee Owa) untuk menjaga dan melestarikan nilai budaya bangsa pada masa kini. 

By: Jach T Gobai (Pecinta Alam🌿) 


Disposkan: Aweida Papua

Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA