Laki-laki dilahirkan sebagai seorang Imam didalam rumah tangga. Dan diberikan segala Hikmat dan Kebijaksanaan untuk bertindak berhati-hati sesuai konsep awal dari rumah laki-laki. Dan setiap anak laki-laki diarahkan tidur rumah laki-laki (Emage) dengan tujuan menguduskan mimpi hidup (kubabagume) menjadi tidak kabur dan gelap kemudian hari.
Setiap laki-laki terus menerus disarankan dan diarahkan tidur di honai laki-laki. Didalam rumah laki-laki (emaga) mendapatkan banyak pengetahuan dan ketrampilan dasar guna menunjang berbagai kebutuhan. Entah kebutuhan fisik maupun mental spirit guna melengkapi kemampuan berpikir setiap kaum laki-laki kedalam dunia nyata.
Sesunggunya, laki-laki suku Mee adalah salah satu suku yang memiliki akal sehat, punya dasar kehidupan, entah sistem ekonomi, pertanian, politik dan sosial budaya. Mereka terlebih dahulu melihat (douu), berpikir (gaii) dan melakukan (ekowai). Ketiga filosofi ini menjadi kebiasaan hidup yang diterapkan oleh suku Mee daerah Meepago sebelumnya. Makanya, suku Mee bagi setiap kaum laki-laki tidak pernah hidup bebas dari larangan dan pelanggaran hukum untuk melihat, berpikir dan melakukan sesuatu sebagai prinsip hidup mereka.
Seorang kepala keluarga tidak bisa tidur di rumah perempuan (gebou) untuk menjaga dirinya dari larangan dan nilai budaya bangsa. Dia bisa pergi ambil makanan dari istrinya di rumah perempuan tetapi dia tidak bisa tidur bersama, kecuali berhubungan badan (seks) bersama istrinya sementara waktu. Tentu dia kembali ke rumah laki-laki dengan tujuan menjaga larangan nilai budaya bangsa kita sebelumnya. Kondisi tertentu, istri mengantarkan makanan bagi suaminya tetapi diterima dari luar artinya istrinya tidak bisa masuk kedalam rumah laki-laki karena dilarang masuk kedalamnya. Itulah nilai budaya bangsa yang jarang dipelajari setiap generasi penerus selama ini.
Zaman sekarang, tidak dapat membedakan rumah laki-laki dan perempuan. Justru laki-laki sering tidur berpelukan bersama istri dari rumah perempuan (gebou). Darimana seorang kepala keluarga mendapatkan hikmat khusus dari TUHAN (ugatamee) untuk mengalami suatu perubahan hidup kemudian hari....?
By: Jach T Gobai (Pecinta Alam🌿)
Disposkan: Aweida Papua



