Headlines News :

.

.
Home » , , , » Nikah Kudus Bagian Dari Rencana Kehendak Allah Bagi Umat-Nya

Nikah Kudus Bagian Dari Rencana Kehendak Allah Bagi Umat-Nya

Written By Aweida Papua on Sabtu, 28 Februari 2026 | 10.45

Nikah Kudus
Nikah Kudus Bagian Dari Rencana Kehendak Allah Bagi Umat-Nya. 

Nikah adalah ikatan kudus yang diciptakan Allah sebagai kesatuan antara laki-laki dan perempuan untuk saling mengasihi, melayani, dan memuliahkan Tuhan. Nikah juga mencerminkan hubungan Kristus dengan Jemaat-Nya, dan bersifat mengikat seumur hidup serta tidak dapat dibatalkan, dimana suami dan istri menjadi "satu daging".. Pernikahan ini adalah perjanjian suci antara pasangan calon suami dan istri untuk bertumbuh dalam Iman, membangun keluarga, dan menggenapi rencana Tuhan. 

Secara ajaran agama Kristen dianjurkan setiap orang tidak boleh berhubungan badan sebelum nikah karena dianggap dosa seksual (perzinahan/percabulan) dan melanggar perintah Tuhan untuk menjaga kekudusan tubuh serta pernikahan, meskipun ada pengampunan jika berobat dan mengakuinya. Kaitan dengan nikah kudus, seseorang dilarang berhubungan badan untuk mewujudkan kehendak Tuhan dengan nikah kudus itu. Seseorang yang ternoda dengan tindakan berhubungan badan sebelum nikah dapat dianjurkan melakukan nikah pemberkatan menggunakan pakaian hitam putih dari rumah, dihotel dan atau di gereja. Asalkan nikah pemberkatan menggunakan pakaian hitam putih dapat diperlukan karena nikah kudus/suci layak diterima mereka yang belum merasakan perjaka bagi laki-laki dan masih perawan bagi kaum perempuan sebelum menerima upacara pernikahan kudus itu sendiri. 

# Alasan Pernikahan Kudus di Gereja.

Nikah Kudus Gereja
Setiap orang dianjurkan dan dinasihati tentang pernikahan kudus sebagai perintah Tuhan. Dimana sumber Alkitab melarang perbuatan zina  didalam kitab (Keluaran 20:14). Larangan berbuat zina sebelum nikah dengan tujuan tidak menajiskan tubuh kita sebagai rumah Allah atau bait Roh Kudus. Sebab rumah Allah dibentuk dengan maksud menjaga pengudusan untuk memuliakan TUHAN sepanjang hidupnya. 

Dengan penghormatan terhadap pernikahan bahwa sesuatu yang mulia dan harus dijaga kehormatannya oleh semua orang, bukan hanya pasangan yang menikah. Dan kesucian tempat tidur merujuk pada hubungan seksual dalam pernikahan agar kepada semua orang diserukan menjaga kesucian dan tidak dicemarkan perbuatan seksual di luar pernikahan yang dikatakan dosa zina atau cabul itu. Sebab Allah yang adil akan menghakimi mereka yang tidak menghormati pernikahan dan melakukan perbuatan seksual yang tidak kudus. Secara umum disampaikan bahwa seruan untuk memelihara kesucian pernikahan sebagai institusi kudus dan menolak segala bentuk ketidaksetiaan dan perbuatan dosa perzinahan yang dinyatakan cemar (Ibrani 13:4).

Tubuh manusia diciptakan untuk menjaga kekudusan dan kesucian sesuai perintah Allah bahwa tubuh manusia adalah bait Roh Kudus, bukan untuk memuaskan nafsu (1 Korintus 6:19-20). Karena tujuan pernikahan kudus dapat diketahui bahwa hubungan seks diciptakan untuk dinikmati dalam pernikahan bukan kawin-mawin diluar dengan tujuan melindungi konsekuensi negatif. Ketika seseorang merasa ternoda sebelum menerima pernikahan dapat diarahkan untuk pertobatan bahwa mengakui dosa, bertobat, dan menerima pengampunan melalui Yesus Kristus (1 Yohanes 1:9)

#Nikah Bagian Dari Institusi Ilahi

Upacara pernikahan adalah lembaga yang pertama kali diciptakan Allah di taman eden, bukan diciptakan manusia. Nikah kudus yang dibentuk bagian dari penghormatan dan pengudusan awal dibentuk sebuah pondasi rumah tangga yang kokoh dan kuat sebelum menjalani kehidupan didalam rumah tangga. Dengan adanya pernikahan kudus setiap pasangan suami dan istri membangun hubungan kasih, kesetiaan, dan meneruskan keturunan untuk mewujudkan karya Ilahi kedalam dunia nyata. 

#Kesatuan dan Ketuhan

Laki-laki dan perempuan dipersatukam menjadi "satu daging" (Kejadian 2:24), bukan lagi dua pribadi yang terpisah. Setelah menerima nikah kudus kedua pasangan bersatu didalam kasih. Dengan hubungan kasih kedua mempelai menghadirkan jiwa baru setelah bersetubuh/menjadi satu daging. Keduanya menjadi satu daging yang dimaksudkan kawin melalui upacara pernikahan. Dengan suami dan istri bersatu dan utuh menghadirkan hubungan kasih, kesetiaan dan memelihara rumah tangga sesuai amat Kristus. 

#Cerminan Kristus dan Jemaat-Nya

Nikah adat
Suami menjadi kepala, mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat; istri menjadi penolong, tunduk pada suami seperti jemaat pada Kristus (Efesus 5:22-33). Suami dan istri menyadari bahwa kedua pasangan mempunyai tugas dan peran masing-masing didalam rumah tangga mewujudkan kasih, kesetiaan, dan harapan keselamatan. Dengan nikah kudus suami dan istri dapat menerima kasih karunia, hikmat, dan bakat tertentu menghidupkan rumah tangga. Keluarga kecil yang dibentuk suami dan istri mampu membawa segala pergumulan dan beban hidup sesuai janji pernikahan kudus pada awalnya.

#Ikatan Sakral dan Mengikat

Pernikahan adalah perjanjian seumur hidup dihadapan Tuhan yang tidak boleh diceraikan oleh manusia. Dan pernikahan juga ikatan suci dihadapan Tuhan, dengan Allah sebagai saksi utama, bukan sekedar acara seremonial duniawi (Matius 19:6). Dengan nikah kudus, setiap pasangan hidup diharapkan menjalani kehidupan dengan rukun, bebas dan damai. Tak seorangpun yang memisahkan hubungan suami istri kedalam dunia, hanyalah maut yang dapat memisahkan keduanya setelah menyatakan janji suci dihadapan Allah dan disaksikan semua umatnya. 

#Tujuan Pernikahan Kudus

Nikah Gereja 
Dengan tujuan pernikahan untuk saling melayani, mengasihi, menopang, menjadi sahabat sejati, memuliahkan Tuhan, serta beranak cucu dan memenuhi bumi (Kejadian 1:28). Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan maksud berkembang dan bertumbuh dalam kasih. Sebagai umat, setiap orang diwajibkan menghormati otoritas Allah yang berkuasa dan berperan didalam rumah tangga seumur hidup. Keduanya saling melengkapi dalam kasih dan berakar didalam satu Iman pada Tuhan. 

#Keterlibatan Tuhan Melalui Upacara Pernikahan. 

Pasangan harus melibatkan Tuhan dalam setiap aspek rumah tangga menjadikannya sumber kekuatan dan tujuan pernikahan. Sumber kehidupan dan keselamatan dapat diperoleh didalam kasih untuk menjaga hubungan pernikahan. Ketika proses membentuk keluarga baru tentu Allah turut berperan atas keterlibatan berbagai usaha agar nikah kudus berkenan dan diterima selama hidupnya di dunia ini. 

#Kesimpulan dan Saran

Secara keseluruhan, setiap pernikahan yang dilakukan oleh umat Kristiani adalah bagian dari panggilan untuk hidup dalam kesatuan yang kudus, memuliakan Tuhan, dan membangun keluarga yang berdasarkan kasih dan kesetiaan serta mengutamakan renungan Alkitab sebagai pedoman keselamatan. Dan setiap pemimpin agama menganjurkan untuk menjaga kesucian dan menunggu pernikahan kudus sebagai bentuk penghormatan terhadap Allah pemilik manusia itu sendiri. Intinya kedua pasangan calon suami maupun istri perlu menjaga kekudusan bagi pria yang akan merasakan perjaka dan wanita yang mengalami keperawanan setelah menerima pernikahan kudus. 

By: Jachob T Gobai / Pecinta Alam 🌿🍃


Disposkan: Aweida Papua

Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA