Headlines News :

.

.
Home » , , , , » Cerita Petualangan Tahun 2004 Dari Paniai Menuju Mapiha Barat.

Cerita Petualangan Tahun 2004 Dari Paniai Menuju Mapiha Barat.

Written By Aweida Papua on Sabtu, 21 Februari 2026 | 22.44


Cerita Petualangan Tahun 2004 Dari Paniai Menuju Mapiha Barat

Saat itu musim dingin, dia masih belajar pendidikan di tingkat SMP, Kelas II, Paniai tahun 2004.

Di sekolah ada pengumuman disampaikan bahwa siswa/i akan berlibur bulan Juni 2004 lalu. Dengan adanya informasi libur, dia merasa senang untuk berlibur ke wilayah Meeuwo barat, tepatnya Mapiha Barat disana. 

Sebelum mulai berangkat, dia harus siapkan pakaian ganti dan uang senilai Rp.500,000. Dari kota Enagotadi naik perahu menuju kampung halaman di Kebo disana. Dia berangkat ke kampung dengan tujuan beritahukan kedua orangtuanya sebelum menempuh perjalanan. Keesokan harinya sudah pagi subu, dan bersiap berangkat kembali ke Enagotadi disana. Setelah tiba, dia harus mempersiapkan bekal seperti makanan dan minuman sebelum naik motor danau. 

Pelabuhan Aikai
Kira-kira pukul 09:30 WIT di pelabuhan Aikai. Dari Aikai naik motor danau menuju Paniai barat. Saat itu, harga motor yang dibayarkan senilai Rp.10,000 ke tujuan Obano, Paniai Barat. Dimana kampung Obano adalah bagian dari Paniai barat sebelum menuju Kabupaten Nabire khususnya daerah Lembah Hijau disana. 

Jam sudah menuju sore, dari Obano berjalan kaki melintasi Ogiyaidimi disana. Sepanjang jalan tidak ada orang bertemu di Jalan. Kira-kira jam sudah sore pukul 4:05 tiba  di kampung Wiyogei disana. Entah bagaimana pun dia harus tidur bermalam dirumah bapak Pdt di Uwakotopa, Kamu Timur disana. Sesunggunya, kampung Wiyogei adalah asal kampung neneknya. Dia belum sempat tidur bersama keluarga nenek karena mereka masih hidup dari kepercayaan tradisi (utouwege), memilih bermalam di rumah bapak Pdt disana. 

Bomomani Mapiha
Setelah bangun pagi dari rumah hamba Tuan, dia harus mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan. Cuaca mulai cerah pada musim kering, dari kampung Uwakotopa ke Mogokigi, Pugatadi, Daba hingga tiba di Idakebo. Dari kampung Idakebo berjalan melaju hingga melintasi bukit "Odedimi" disana. Kira-kira jam sudah siang dan terpaksa tidur di Monemani, kini Ibukopa Kabupaten Dogiyai

Dia menikmati suasana pada sore hari. Di terminal bertemu dengan temannya,  namanya Daniel Yobe yang menjadi teman akrab di SMP Negeri Paniai Timur pada tahun 2003-2005 disana. 

Dia tidur di rumah, kakak perempuan bersama suaminya bapak manteri Dogomo itu. Keesokan harinya mulai melangkah keluar hingga berjalan kaki sampai di Bomomani disana. Kira-kira jam 10:00 AM sebelum melanjutkan perjalanan menuju Hegoukotu disana. Dari Bomomani melanjutkan perjalanan melalui kampung Dawaikunu hingga bermalam di Kampung Abaimaida. Kampung Abaimaida lebih banyak diketahui marga Dogomo dan marga lainnya. 

Kampung Diyeugi
Setelah bermalam dia  diarahkan jalan  menembus kampung Hegoukotu, Ia melintasi  sebuah gunung sambil mengikuti beberapa arah kali sampai tiba di Kampung Diyeugi. Dari kampung Diyeugi turun gunung hingga menyeberang kali Mapiha. Setelah menyerang, dia bertemu seorang hamba Tuan dari Piyaiye menuju Moanemani. Mereka berdiskusi, ternyata bapak Pdt. Kegou yang pernah bersekolah Alkitab di Kebo sebelum dia lahir. Setelah menjelaskan nama orangtuanya, dia memeluk sambil mencucurkan air mata bersama disana. 

Dia diantar sampai kampung Modiyo. Dimana kampung Modiyo adalah pusat gereja Katolik Roma disana. Bapak Pdt kembali melanjutkan perjalanan sebelum dia melanjutkan perjalanan kampung Hegoukotu. Dia bertanya-katanya keberadaan kakak Kepala Kampung disana. Sesuai dengan arahan masyarakat, dia bertemu kakak laki-laki dan berpelukan bersama. Kurang lebih dua Minggu menikmati suasa di daerah Mapiha barat hingga kembali ke Paniai.

Segala suka dan derita dialami masyarakat Mapiha adalah tempat tinggal mereka diatas gunung-gunung tetapi berkebun dan ambil air selalu turun gunung disana. Diketahui kampung Hegoukotu sampai Abouyaga dihuni marga Etawaipa Gobay dari Kebo dan Uwamani dari Paniai. Dimana Etawaipa Gobay dari kampung Uwamani disebut pendatang karena Etawaipa Gobay dari Duagikotu lebih duluan ditempati sebelumnya disana.

Dari Paniai barat Obano hingga Mapiha barat berjalan kaki karena belum ada kendaraan seperti saat ini. Hanya pergi dan pulang menghabiskan 6 hari dalam perjalanan kaki pada pada waktu itu. Saat ini, dia terima cerita dari masyarakat bahwa jalan sudah dibuka hingga kendaraan bisa menembus sampai kampung Abouyaga, Mapiha Barat disana. 

Keluarga di Hegoukotu 
Alasan dia menempuh perjalanan panjang ini dengan tujuan menemui keluarganya yang berada di Mapiha disana. Dimana tetenya tertua pernah berpindah ke Mapiha akibat musim kelaparan yang terjadi di Paniai pada zaman itu. Setelah Tetenya tertua tiba di Mapiha, Ia memiliki 12 istri hingga anak cucu dan cicinya ditemukan di Mapiha barat dan Piyaiye disana. Mereka lebih banyak beragama Kristen Protestan (Kemah Injil), sementara Gobay yang berasal dari keturunan Uwamani memilih kepercayaan agama Katolik Roma disana. 

Sebagai kesimpulan, selama masa muda setiap orang harus membuat cerita atau tinggalkan suatu kenangan sesuai jejak masing-masing. Tiada cerita tanpa ada kenangan hidup manis dan pahit yang ditinggalkan kedalam dunia ini. Hanya seorang petualang yang dapat mengenal semua orang, alam dan mengetahui sudut manapun diatas negeri ini. 

Hegoukotu, Masih Barat 16 Juni 2004


Disposkan : Aweida Papua 

Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA