Headlines News :

.

.
Home » , , , » Russel Deibler Pahlawan Iman Menemukan Jiwa Baru Bagi TUHAN YESUS di Pedalaman Papua.

Russel Deibler Pahlawan Iman Menemukan Jiwa Baru Bagi TUHAN YESUS di Pedalaman Papua.

Written By Aweida Papua on Minggu, 05 Januari 2025 | 02.30


Russel Deibler Pahlawan Iman Menemukan Jiwa  Baru Bagi TUHAN YESUS di Pedalaman Papua. 

Seorang prajurit yang baik untuk YESUS KRISTUS pernah diutus untuk menemukan jiwa baru di Pulau Papua. Sebelum Russel Deibler melayani umat TUHAN, Ia diteguhkan dengan sebuah renungan  didalam kitab (Ibrani 13:5). Dengan firman berbunyi, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau". Dengan renungan ayat dalam kitab (Yosua 1:9) juga meneguhkan Imannya dengan firman berkata, "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi."

Russel Deibler menerima Kristus saat usia masih remaja dan Ia merasakan panggilan didalam benak untuk melayani umat dibelahan dunia. Setelah menyelesaikan sekolah Christian & Missionary Alliance (C&MA) bersama rekannya, Ernie Presswood di Amerika. Russel Deibler adalah seorang Missionaris muda yang cerdas dari Pennsylvania bagian barat yang segera menjadi anak didik dari Pdt. Dr. Alexander R Jaffray yang menjadi ketua Misi India Belanda di Asia Tenggara. 

Sebelum Russel Deibler diutus, Ia harus menikah bersama Darlene yang menjadi Ibu bagi segala suku yang terhilang terutama di Papua pedalaman itu. Darlene bersedia hidup bersama Russel untuk mengarungi bahtera kehidupan didalam rumah tangga mereka. Proses pernikahan berlangsung pada tanggal 18 Agustus 1937. Saat itu Russel Deibler berusia 31 Tahun, sementara Darlene berusia 19 Tahun. Usai menikah, mereka berangkat ke Belanda untuk belajar bahasa yang digunakan pemerintah India belanda. Kemudian mereka tinggalkan belanda dan belajar bahasa Melayu yang digunakan di Papua. Hanya untuk mencari dan menyelamatkan jiwa yang terhilang, mereka korbankan waktu, tenaga, uang dan berlarut-berlarut belajar bahasa Belanda dan Melayu pada waktu itu. 

Dari pusat C&MA Amerika, Ia ditempatkan pertama kali di Samarinda, Borneo Kalimantan. Banyak tantangan dan beban hidup yang dialami Russel bersama Istrinya. Ia ditempatkan Samarinda. Seringkali mereka menelusuri sepanjang sungai Mahakam dengan tujuan mencari jiwa bagi YESUS KRISTUS disana. Dengan adanya pelayanan Ia harus masuk kedalam medan yang berat, Ia sering menemui banyak orang Dayak yang belum menerima YESUS hingga kehidupan mereka dapat dijamah dengan pelayanan para Missionaris itu. Dengan kehadiran Russel Deibler banyak jiwa bertobat dan menerima YESUS sesuai mandat yang dipundahkan oleh Kristus sebelumnya. Pelayanan di Kalimantan Timur belum genap setahun, Ia dipanggil Jaffray dari Makasar untuk pertemuan bersama sebelum menetapkan program penginjilan baru ke bagian Timur, Papua New Guinea itu. 

Russel Deibler Pahlawan Iman bersedia memikul salib Kristus sebagai penginjil pertama untuk menemukan jiwa-jiwa yang terhilang diPapua. Orang pertama yang diutus Jaffray adalah Tuan Russel Deibler dan Walter M Post yang pernah merintis pekerjaan TUHAN di Kalimantan segera bersiap untuk memulai pelayanan di New Guinea. Pada akhir tahun 1938, kedua utusan C&MA ini berangkat dari Makasar menuju Papua New Guinea. Dengan keyakinan IMAN mereka harus mempercepat pelayanan penginjilan sebelum YESUS KRISTUS datang sebagai raja yang kedua kali, dengan memberitakan INJIL KEBENARAN diseluruh dunia hingga hal ini menjadi kesaksian bagi semua bangsa (Matius 24:14). Harapan mereka suku-suku yang belum menerima INJIL KRISTUS ini dapat mendengarkan kabar keselamatan sebelum YESUS datang untuk kedua kalinya di dunia ini. 

Russel Deibler dan Tantangannya Menuju Negeri Wissel Mereka. 

Russel Deibrel meninggalkan istrinya, Darlene Deibler di kota Makasar pada akhir tahun 1938. Dia adalah sosok yang dipilih TUHAN menjadi pahlawan IMAN kepada bangsa-bangsa di dunia, termasuk orang papua bagian pegunungan ini. Russel Deibler dan Walter Post diutus oleh Pdt. Robert  Alexander Jaffray. Tetapi Walter Post kembali dari Kapiraya ke Makassar karena belum lengkap memenuhi kebutuhan  dalam perjalanan menuju Wissel Meren. Tetapi Pdt. Russel Deibler dan beberapa ilmuan serta rombongan pemerintah Belanda melanjutkan perjalanan melalui medan yang sangat menggerikan. Dimana ada hutan rimba, batuan yang terjal, dan keadaan tropis dilewati sepanjang kali YAWEI itu. 

Russel Deibrel datang membawa Injil melalui kali Uta dalam bahasa suku Komoro dan kali Yawei dalam bahasa suku Mee. Dalam bahasa suku bangsa MEE arti dari YAWEI adalah Mari Lewat. Mari lewat juga mengandung makna tersendiri bahwa para rombongan silahkan datang melalui jalan ini. Para rombongan Missionaris mereka diterima dengan sukacita di Kampung Mouwouto Kapiraya. Mereka yang belum mengenal INJIL KRISTUS itu menerima RUSSEL DEIBLER dan para rombongan pemerintah Belanda dilayani dengan semangat dan sukacita seperti YESUS dan Muridnya dilayani di sebuah Kampung dalam kitab renungan (Lukas 10:38). Dimana Russel Deibler dan Rombongan dilayani dalam bentuk KASIH berupa tempat penginapan, makanan dan diantar sampai kampung berikutnya. Dalam perjalanan mereka memulainya dengan DOA dan mengikuti tanda salib KRISTUS yang menjadi tuntunan dalam perjalanan. Russel Deibler memberkati masyarakat dan segala usaha mereka di Kampung Mouwouto sebelum melangkah ke Kampung Idego. 

Sebelum Russel dan rombongan memasuki ke Kampung Idego, Wagamo. Russel Deibler dapat ditunjukan suatu penglihatan dalam perjalanan dengan tanda pertumbuhan darah. Mereka dilayani dengan menari melalui kepala Kampung yang dipercaya disana. Mereka diberi makan dan bermalam disana. Masyarakat Idego mengalas tempat duduk bagi mereka dengan daun pisang yang dikeringkan diatas api. Hal itu dilakukan seperti YESUS KRISTUS memasuki kota Yerusalem yang terdapat dalam kitab (Matius 21: 6-11). Salib Kristen tertanam di Kampung Idego sehingga Russel Deibler berusaha mendirikan KEMAH INJIL tetapi masyarakat tidak mengijinkan disana. Dalam perdebatan antara rombongan Missi dan Masyarakat setempat hingga seorang warga suku Komoro atas nama MUTAPUU yang ikut bersama Missi dipotong lututnya hingga meninggal dunia. Kejadian ini merupakan ujian IMAN bagi Russel Deibler seperti yang ditunjukan TUHAN dalam bentuk penglihatan sebelumnya di Kampung Idego di daerah Wagamo disana. Russel Deibler, Para Ilmuwan, Polisi Belanda dan Masyarakat yang membawa Injil mereka kuburkan jasadnya disana. Segala kehidupan manis dan pahit bersama masyarakat Idego dapat dialami hingga Russel Deibler memberkati Kampung dan Masyarakat Idego. 

TUHAN dapat menunjukan perjalanam kepada Russel Deibler dan rombongannya untuk melanjutkan perjalanan  menuju Kampung Kokobaya melalui kampung Epeitoka Wagamo disana. Para Missionaris tidak bermalam dan hanya bertandang untuk istirahat sebelum melanjutkan kampung Kokobaya.  Dimana kampung Kokobaya adalah tempat Klasis Wagamo saat ini. Dengan tuntunan SALIB KRISTUS membawa mereka dalam perjalanan dari Kampung Idego melalui kampung Epeyoka hingga tiba di Kampung Kokobaya. Mereka disambut dengan  sukacita bersama toko adat dan masyarakat sekitarnya. 

Keesokan harinya, masyarakat kampung kokobaya mengantar para Missionaris dan rombangannya ke kampung Yaba. Dimana kampung itu penghuninya marga Mote. Dari kampung Yaba mereka diuji dengan dugaan-dugaan yang dipikirkan masyarakat disekitarnya. Tetapi semua yang diuji dapat dipegang dan dilakukan sebagai manusia. Mereka dilayani bermalam dan segala makamanan dapat disediakan oleh masyarakat disana. 

Dengan atas petunjuk tanda salib yang menuntun mereka, Russel dan rombangannya meninggalkan kampung Yaba menuju Paniai melalui kali Yawei. Mereka berjalan hingga tiba di Kampung Budei (Kugowapa). Tiga hari kemudian, mereka berjalan ke arah timur melintasi Ekaugi melalui kampung Pugo. Dari kampung Madi mereka masuk ke arah barat hingga tiba di Kampung Awabutu. Disitulah para Missionaris diterima Idanato Yogi sebelum mengantar para Missionaris ke Uwatawogi Yogi yang menjadi kepala suku pada waktu itu.

Setelah mereka tiba, Obor Injil Empat Berganda yang menuntun dalam perjalanan tertanam di Enagotadi. Disitulah kemuliaan TUHAN menyinari sepanjang siang dan malam. Tanda Injil Empat Berganda yang menuntun mereka sudah bercahaya dan bersinar seluruh masyarakat pegunungan papua (Yesaya 60:2). Mulai dari pelayanan penginjilan dari Enagotadi Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Dogiyai, Puncak, Jawijaya, Ndugama hingga pesisir Pantai. Keselematan didalam Yesus bagi orang papua melalui Injil Empat Berganda sudah nyata melalui Missionaris Pertanama Russel Deibler yang membuka Injil Kristus diatas Tanah Papua. 

Russel Deibler kembali ke Makassar karena dipanggil untuk menjadi ketua Missi C&MA di Makassar. Tetapi pelayanan selanjutnya ditangani Tuan Walter Post, Mischolsen dan lain-lain. Tak lama kemudian semua pelayanan Missionaris terhenti akibat perang Dunia II dipecah pada tahun 1942-1946. Tuan Russel Deibler yang menemukan orang pedalaman Papua melalui tuntunan Injil Empat Berganda dapat diculik tentara Jepang di Makassar hingga istrinya Darlene menjadi Janda. Sementara Alexander Jaffray juga ditawan tentara Jepang hingga mati didalam penjara disana. Kedua hamba TUHAN dibunuh dengan cara tidak manusiawi tetapi karya pelayanan mereka diselamatkan Yesus. Sesuai hasil taburan (pelayanan) mereka dapat dinikmati bersama TUHAN Yesus di Surga. 

Kita sebagai anak-anak perintis Injil Empat Berganda patut direnungkan atas perjalanan hidup mereka. Dimana mereka bersedia meninggalkan negerinya untuk mencari dan menyelamatkan umat yang terhilamg ketika kita berada dalam kondisi kegelapan (Lukas 19:10). Obor Injil Keselamatan sudah diterima orangtua kita. Dan kebenaran itu menjadi makanan hidup setiap penghuni diatas negeri Papua. Mari kita berpegang Injil Kristus dan menjalani hidup diatas dasar yang teguh. Sebagaimana perjalanan Missionaris dituntun denga tanda SALIB dengan kemulian setiap sejak mereka sampai TUHAN Yesus datang kedua kali. 

Disposkan: Aweida Papua
Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA