A. Pengertian Umum
Kita diberikan dua pilihan. Entah memilih lewat jalur mana yang benar dan atau salah untuk mencapai kehidupan. Pilihan seharusnya bagian dari hak asasi, namun dipertimbangkan juga kehidupan kekal pada akhirat nanti. Pilihan awal yang kita ambil sangat menentukan seluruh jalannya kehidupan kita di dunia ini.
Hidup adalah sebuah anugrah kebebasan (kehendak bebas) dimana manusia selalu dihadapkan ke ada dua pilihan mutlak. Dimana jalan yang baik (ketaatan kepada Allah) atau jalan yang jahat (kedurhakaan atau dosa). Tidak ada posisi di tengah atau netral diantara keduannya.
B. Prinsip Dasar Tentang Pilihan Kematian maupun Kehidupan Total.
Setiap umat manusia hidup diantara pilihan. Dan dua pilihan tentang kehidupan dan kematian sesuai perbuatan. Mulai dari pilihan hidup yang ditempuh dari dunia nyata hingga akhirat. Dimana diketahui didalam renungan alkitab (Ulangan 30:19) mencacat bahwa Allah memperhadapkan manusia pada pilihan kehidupan maupun kematian, berkat dan kutuk, serta diperhadapkan atas perbuatan pada akhirat. Pernyataan bebas dan mutlak dapat disampaikan Tuhan Yesus didalam kitab (Lukas 11:23) bahwa siapa yang tidak bersama-sama dengan dia, ia melawan Allah. Pilihan bersifat tegas antara terang dan gelap yang ditempuh setiap umat manusia kedalam dunia nyata ini.
D. Renungan Umat Manusia.
Kita tidak teruput dari pilihan baik maupun jahat. Dimana ada kejahatan maupun kebaikan yang berdampak pada setiap insan manusia. Entah pilihan baik maupun jahat merupakan bahan pertimbangan setiap orang sebelum mengahadapi semuanya dalam kehidupan.
Bagi mereka yang menerima dan makan sesuatu yang dihasilkan dari darah manusia hingga memilih mengikuti jalan Iblis akan ada resiko menuju neraka. Dan bagi mereka yang menolak tawaran segala-galanya dari sumber darah manusia juga akan diperhadapkan pengadilan akhir. Kita hidup diantara tawaran pilihan untuk mencapai kehidupan total yang disebut akhir zaman itu.
Memang tawaran dari Iblis itu terlihat mewah, heboh dan berlimpah segala-galanya tetapi ujungnya diperhadapkan dengan tuannya, Iblis yang menjadi pemilik tawaran itu. Mungkin kondisi tertentu, anda memberi TUHAN untuk sebagian yang diambil dari sumber darah manusia tetapi pemberian itu tidak mempengaruhi kehidupan akhirat. Dimana dua kekuasaan pemimpin akan menghakimi perbuatan masing-masing orang. Yah salah dan benar, haram dan halal, gelap dan terang dipastikan dari dunia bukan pada akhir zaman nanti.
Kita bisa belajar banyak tentang perjalanan bangsa Israel yang pernah hidup dibawa perbudakan mesir ketika mereka mati banyak ditangan raja mesir maupun dalam perjalanan menuju tanah perjanjian itu. Mereka mati banyak bukan cuma penderitaan didalam kondisi perbudakaan tetapi akibat dari perbuatan mereka (bangsa Israel) juga termusnah jutaan orang dalam perjalanan.
D. Konsekuensi Dari Pilihan manusia di Bumi.
1. Memilih yang baik (ketaatan):
Dengan memilih yang baik mendatangkan sukacita dan kedamaian. Setiap orang melakukan apa yang benar dan taat pajak ada perintah Allah mendatangkan ketenangan batin serta dipimpin oleh Roh Kudus. Kehidupan dan berkat juga selalu tersedia. Dengan memilih jalan Tuhan membawa berkat bagi diri sendiri maupun keturunan, serta memuliakan nama Allah. Dan mereka yang memilih kebaikan dapat memperoleh damai sejahtera kekal. Pikiran yang dipimpin oleh Roh Allah menghasilkan kehidupan kekal dan persekutuan yang erat dengan sang Allah didalam kehidupan.
2. Memilih yang jahat (Dosa)
E. Kesimpukan dan Saran
Pilihan awal akan menentukan kehidupan akhirat. Memang hidup ini sangat berdinamika, dimana kita diperhadapan tantangan, masalah dan beban hidup. Tetapi sesunggunya, kita diberikan HIKMAT untuk membedakan dan memilah dari semuannya karena itulah pilihan awal akan menentukan kehidupan total.
Usaha dari perjuangan kita adalah tinggalkan dosa, memulihkan diri masing-masing, dan mengikuti jalan TUHAN menuju pembebasan total tanpa menoleh ke belakang yang menawarkan hati kita dari segala bersumber dari Iblis itu.
😇🙏👼 👹😈 🧚♂️🙇♀️🙇♂️🙏
By: Jachob T Gobai (Refeksi Sosial)





