Ekonomi berbicara tentang kehidupan manusia. Manusia hidup tanpa kebutuhan ekonomi tidak dapat hidup mandiri. Ibaratnya, satu unit komputer dilengkapi dengan sistemnya tetapi salah satu alatnya rusak diantara semua komponen tidak dapat beroperasi dan tidak dapat hidup kembali. Begitu pun dalam kehidupan ekonomi dalam rumah tangga maupun perdagangan antara negara. Bahwa kemerdekaan suatu bangsa juga ditentukan dari peran ekonomi mikro, skala kecil dan menengah akan berdampak signifikan bagi setiap orang. Didang pengembangan ekonomi yang berbicara tentang kebutuhan hidup manusia dapat dipertahankan dan dilestarikan sebagimana dibiasakan orangtua para leluhur kita.
Orang papua itu cerdas, pintar, ulet dan mampu mengelola segala sumber daya yang ada didalam lingkungan sekitarnya. Dari nenek moyang secara turun temurun jaminan hidup sangat tergantung sumber alami dari bumi papua. Itu kebiasaan hidup mandiri dari praktek nyata bagi segenap bangsa papua sebelumnya. Namun setelah berjalannya waktu, orang papua hidup sangat tergantung mulai dari papua dipaksa masuk didalam negara Indonesia hingga terkini.
Sebagai seorang ekonom masih bertanya-tanya untuk ingin mengetahui jumlah orang papua yang sukses dari pengembangan Ekonomi Mikro dalam rumah tangga maupun makro secara skala dunia untuk memberi dampak kesejahteraan mandiri bagi bangsa papua diatas Tanah Papua.
Justru kenyatanyaannya masyarakat papua menjadi penonton setia dan budak-budak konsumtif ditengah keterpurukan dan kemiskinan dalam kehidupan ekonomi mulai dari pengembangan wirausaha setiap orang papua.
Dengan adanya perjuangan ekonomi mandiri dari masyarakat pribumi dapat dipikirkan dan diciptakan ekonomi mandiri dalam rumah tangga hingga konteks bangsa dipikirkan semestinya. Namun kekuasaan hegemoni kapitalisme dan oligarki membatasi hak kemandirian ekonomi hingga diketahui krisis kemiskinan dari kebutuhan skala mikro seringkali dihadapi orang papua diatas negeri mereka. Masyarakat masih hidup sangat tergantung jaminan dan bantuan pemerintah tanpa berpikir sehat menghidupkan ketahanan bangsa melalui peran ekonomi mandiri.
Budaya malas kerja seakan menjadi raja bagi orang papua. Kondisi terkini, masyarkat lebih banyak hidup dari permainan judi, hidup dari sumber darah manusia sampai jaminan bantuan pemerintah dan lain-lain. Tetapi semuanya dapat dialami oleh bangsa terjajah yang mengalami krisis kemiskinan dan ketergantungan para penghuni diatas negeri ini. Kembali berpikir sehat dan mandiri menjadi tugas kita, setiap kepala keluarga yang hendak menghidupkan masing-masing keluarga didalam rumah tangga.
Semoga bangsa papua bukan menjadi budaknya penguasa diatas negeri ini tetapi mampu menghidupkan keluarga dan bangsanya melalui peran ekonomi mikro yang dihasilkan dari kemampuan kerja setiap orang mempengaruhi konteks bangsa di dunia. Sebab keselamatan fisik (tubuh) dapat dipikirkan dari kemampuan berpikir sehat dan produktif sebelum bekerja keras memenuhi kehidupan ekonomi didalam rumah tangga terlebih dahulu.
By: Jach T Gobai / Refleksi Sosial EkonomiπΏπππππ ππ₯¦πππππ§π₯π½πΆπ«π°π₯π₯π₯¬π₯π₯π₯ππ―





