Setiap kaum perempuan papua wajib menjaga kandungan dari penyakit seks bebas. Rahim kaum perempuan papua tidak dapat dirusak dan dikotori dengan praktek seks bebas yang menghancurkan kadungan. Mereka harus setia dengan satu pasangannya sebagai pilihan kewajiban untuk mencapai kehidupan damai dan harmonis diantara sesama orang papua.
Jika tidak ingin menahan keinginan (nafsu), maka anda punya kesempatan memilih calon suami yang tepat dan benar sesuai jodoh bukan mencari kesenangan sesaat. Kaum perempuan papua dilahirkan untuk selamatkan manusia papua dari rahim yang tidak ternoda dan kotor melahirkan generasi penerus. Sebab kita membutuhkan keturunan yang berdampak pada pertumbuhan penduduk orang asli yang dilahirkan dari kandungan alami di atas bumi cendrawasih ini.
Ingat dan renungankan hasil dari seks bebas bisa melahirkan anak-anak kita menjadi besar dan hebat secara fisik tetapi moralnya hancur sesuai kebiasaan Ibunya hingga mati karena akibat dari pelanggaran dosa perzinahan (mogai) itu. Bahkan harapan untuk sukses juga mengalami kegagalan dan tertunda. Kemudian segala berkat usaha dalam rumah tangga juga mencari dengan kondisi paksa. Penyakit yang kita ciptakan terus menerus diwariskan kepada anak cucu kita hingga rantai seks bebas menjadi terbudaya di kalangan orang papua. Kebiasaan seks bebas yang bertentangan dengan nilai budaya bangsa tentunya diantara kehidupan sesama tidak memiliki harapan hidup. Dapat diprediksikan kita akan mengalami penduduknya minoritas dan diprihatinkan. Dari awal rusaknya kandungan alami bersama laki-laki yang bukan pasangan hidup kita akan mengalamiq kerugian secara fisik dan mental setiap orang.
Dosa seks bebas yang dilarang nilai budaya bangsa membuat kita menjadi bangsa yang kotor dan ternoda mulai dari rahim kaum perempuan yang melahirkan anak-anaknya dari hasil percabulan. Mulai sekarang, kita berani kampanye tentang jangan berzinah pada masa muda hingga sampai berkeluarga. Berhubungan badan layak diterima antara suami dan istri yang disaksikan secara terbuka menuju perubahan hidup yang lebih baik sesuai ketaatan pada hukum nilai budaya bangsa.
Kondisi realitas hari ini, anak-anak kita yang setia didalam gereja saja hancur berkeping-keping, apalagi anak-anak yang hidup bebas di jalanan. Masalah utama yang perlu berdiskusi adalah membangun pemahaman tentang larangan "jangan berzina" itu. Karena akibat dari pelanggaran seks bebas bersama pacaran maupun bukan dengan pacaran membuat jumlah penduduk orang asli papua menurun drastis. Bahkan kandungan kaum perempuan tertutup hingga tidak memiliki keturunan. Belum lagi, kita terkena virus Hiv AIDS hingga mati tanpa menghasilkan keturunan juga diketahui di mana-mana.
Sesungguhnya, kaum perempuan adalah investasi jiwa manusia untuk pertumbuhan penduduk. Kaum perempuan juga bisa disebut produk bibit harapan (jiwa) yang menyelamatkan pertumbuhan bunga bangsa. Layak untuk menerima berhubungan badan (seks) adalah mereka yang sudah menikah sesuai hukum adat, agama dan pemerintah. Karena akibat dari seks bebas dapat merusak kehidupan total termasuk berumur pendek sesuai hukum adat yang diketahui bahwa jangan berzinah (mogai tetaii) yang diajarkan oleh para leluhur secara turun temurun.
Sebagai kesimpulan dan saran setiap kaum perempuan papua disarankan menjaga tubunya dari kebiasaan seks bebas yang merusak kandungan alami. Tanpa memelihara diri dari penyakit seks bebas kita akan mengalami krisis populasi orang asli diatas tanah Papua. Rahim yang tidak kotor, tidak noda, dan bersih wajib dijaga sampai menikah bersama suami untuk melahirkan anak-anak yang merdeka dari penyakit seks bebas dapat diperlukan pada kondisi terkini.
By: Jach T Gobai (Refleksi Sosial)





