Puisi: Menanti Harapan
( Holandia, 14/08/2019)
Kuberdiri dipertikaan jalan,
Kedua tanganku dimasukan kedalam saku celana,
Kunantikan antara bahagia dan kecewa
Celanaku berwarna coklat bagaikan tubuh kulitku
Terasa dipisahkan hingga meradang wajahku
Rasanya ditebang di persimpangan disini
Tetesan air mata membuang waktu
Mengingatkan kisah pilu ditengah pergumulan
Merancang impian di sudut kota
Menetapkan teka-teki harapan
Memastikan takdir yang ditunggu disini.
--Jach T Gobai--
Penyair Sastra

