Peristiwa Pembunuhan & Melawan Lupa Pejuang Bangsa Arnold Clemens Ap di Papua.
mengenang 42 tahun Arnold C. Ap pendiri group musik Mambesak dibunuh secara biadab dan tidak manusiawi oleh Kopassandha (kini Kopassus) di Pantai Base G, Jayapura, Papua pada 26 April 1984.
Arnold dibunuh karena aktivitas kebudayaan mempertahankan nilai dan tradisi orang asli Papua melalui tari, musik, puisi, dan cerita-cerita rakyat melalui group musik Mambesak.
Yang membuat orang Papua selalu kenang Mambesak dan Arnold C. Ap juga adalah kebudayaan yang dibangun dengan berbagai medium, seperti program Pelangi Budaya oleh Lembaga Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen), dan disiarkan mingguan di RRI Jayapura pada tahun 1970an.
Pembunuhan Arnold adalah pembunuhan terhadap kebudayaan orang Papua. Pembunuhan Ar untuknold juga adalah pemberhentian group musik Mambesak, penghancuran seni, budaya, dan sastra di Papua.
"Jadi, apakah kita bisa melawan sebuah kekuatan besar dengan musik? Mambesak menjadi salah satu contoh yang bisa meyakinkan kita bahwa, perlawanan berbasis budaya bangsa melalui alunan lagu menjadi kebutuhan setiap anak bangsa. Sebuah kelompok musik tradisional dapat menjadi sebuah ancaman bagi sebuah negara yang besar hanya dengan menyanyikan lagu tentang identitas dan budaya saat sedang berada dalam posisi tertindas. Hal ini menunjukkan bahwa musik memiliki hubungan dengan politik. Musik memberikan efek terhadap politik sebagai salah satu fungsinya." Tulis Dorthea E. Wabiser dalam tulisannya "Mambesak: Ancaman Terhadap Pemerintah Indonesia".
Menolak Lupa, Merawat Ingatan
( Kematian Arnol Clemens Ap ).
Tahun 1972, Nama "Manbesak" lahir dalam gerakan mahasiswa Uncen Jayapura yang bergerak di bidang seni dan budaya Papua. Tujuannya, menghibur hati rakyat Papua yang diintimidasi, dianiyaiya, diperkosa dan dibunuh di atas tanah Papua.
Tahun 1978 - 1983 Gerakan Manbesak memberikan inspirasi yang kuat; membangkitkan ideologi dan nasionalisme Bangsa Papua, sehingga perlawanan semakin lama semakin menguat di daerah-daerah Papua lainnya. Akibat, pemerintah Indonesia menganggap gerakan ini sangat berbahaya.
Pada tanggal 30 November 1983
Personil musik Manbesak dan tokoh seniman. Papua Arnol C. Ap di tahan militer Indonesia dan di penjarahkan di Polda Papua. Jalan koti APO Jayapura. Arnol dituduh sebagai OPM kota yang turut berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan Papua.
Pada 26 April 1984
Arnol C. Ap di bunuh oleh Militer Kopasus Indonesia. Mayatnya di temukan di Pantai Base G Jayapura.
Generasi penerus wajib mengenang setiap perjuangan para leluhur kita yang pernah hidup dan berjuang demi pembebasan bangsa diatas negeri west Papua. Sekecil apapun perjuangan sangat bermanfaat dan berdampak meskipun perjuangannya dianggap belum berhasil. Tetapi yang dibutuhkan adalah setiap proses perjuangan yang melawan ketidakadikan dan tindakan kekerasan sejauh ini. Mari kita mengenang peristiwa pembunuhan toko pejuang (antroplog). Spiritnya dapat kembangkan dan diperjuangkan kedalam dunia nyata sampai merdeka.
By: Jachob T Gobai (Refleksi Sejarah
Disposkan: Aweida Papua





