Minuman keras yang dikonsumsi kalangan orang papua tidak sadar, tidak bermoral, dan merusak tubuhnya sebagai rumah Allah. Perbuatan kemabukan bagian dari unsur dosa yang membawa setiap orang kedalam kebinasaan (maut). Mabuk disebut perbuatan dosa yang tidak berkenan TUHAN. Dimana minuman keras yang diketahui didalam ceritera Alkitab tentang mabuk anggur. Tetapi zaman ini banyak jenis minuman keras yang dibuat dari berbagai produk hingga negeri yang diberikan Allah penuh dengan pencemaran dan pengotoran. Entah penghuni maupun pendatang mengalami dosa kemabukan hingga murkah Allah tertimpa diatas negeri ini. Minuman keras yang dikonsumsi dapat merusak kondisi tubuh kita yang seharusnya dilarang sesuai hukum kebenaran maupun budaya tetapi karena pasar bebas terbuka hingga bebas transaks melakukan minuman keras secara terlihat depan mata kita sekalian.
#Refleksi Pertimbangan & Kesadaraan
Minuman mabuk bagian dari perbuatan dosa yang diketahui dan dipelajari dari sumber kebenaran dan kebiasaan budaya kita tetapi setiap orang sangat mudah dikonsumsi dan tidak ada rasa takut dan malu terhadap sesama untuk menikmati kesenangan sesaat itu. Tidak sadar dengan keadaan minuman keras hingga banyak jiwa korban selama ini. Entah korban tubuh fisik (jasmani) maupun rohani (spirit) kedalam dunia yang penuh dengan pengotoran ini. Kita tidak pernah berpikir jaminan keselamatan hidup yang dianugrahkan tetapi semua orang ingin menuju ruang kematian (neraka) terus terjadi di kalangan orang Papua.
Dengan kebiasaan minuman keras yang bukan menjadi budaya tentu dibuang dan ditinggalkan. Semua orang kembali berpikir sederhana dari kebiasaan budaya kita. Dimana makanan dan minuman yang memabukan dapat diganti sesuai gaya hidup alami. Untuk itulah segala yang mengundang perbuatan kemabukan dapat ditinggalkan untuk mencegah bahaya keracunan. Tanpa dibangun kesadaraan penghuni akan termusnah dan negeri kita dikuasai kaum pendatang.
#Mimum Mabuk Kebiasaan Orang Barat Bukan Minuman Orang Papua.
Tanpa ada bekerja dan acara tertentu mereka dilarang untuk minum mabuk karena kemasannya mengandung bahan kimia (keracunan). Disitulah kebiasaan orang barat minum mabuk yang jarang dipelajari oleh orang papua. Hanya tahu minum mabuk tanpa diketahui akibat dari jumlah yang dikonsumsi setiap hari.
#Generasi Papua menuju kehancuran.
Bahkan minuman keras yang dijual menjadi pendapatan daerah setelah dipastikan banyak jenis minuman keras yang dipesan dari luar Papua. Kalau demikian, orang yang menjual dan mengijinkan minuman keras maupun pelaku yang diminum sama-sama disebut pelanggar utama praktek pemusnahan manusia diatas Tanah Papua ini.
#Akibat Dari Minuman Keras
Tidak ada keuntungan yang didapatkan ketika minum mabuk, entah dikonsumsi dengan berapapun karton yang dibeli. Dengan minum mabuk dapat membatasi umur panjang, hidup sangat tergantung sumber penyakit yang merugikan diri sendiri. Hanya diterima hadiah kerugian diri sampai penghabisan nyawa. Kadar minuman keras merusak sperma laki-laki dan kandungan perempuan bisa terjadi kebocoran hingga tidak mampu menghasilkan keturunan. Dengan kondisi mabuk dapat mengundang kematian sendiri sebelum menikmati tahun umur yang diberikan TUHAN kedalam dunia nyata.
#Kesimpulan dan Saran
Semua jenis minuman keras yang dijual dengan tujuan memperoleh keuntungan setelah dilakukan transaksi dapat membunuh jiwa manusia terutama generasi penerus yang diharapakan menjadi agen perubahan. Dan resiko yang dapat dialami ada ketagihan pada kondisi tubuh hingga berhasil terbunuh pikiran, perasaan dan hati kita. Begitupun kita berangkat dari pendekatan Iman bahwa kematian para pemabuk tanpa bertobat sudah menjadi pendosa sesuai jalan hidupnya. Dengan kesadaraan kita wajib meninggalkan semua kebiasaan kemabukan yang merusak diri untuk memperoleh kebebasan hidup kedalam lingkungan terbuka.
By: Jach T Gobai (Pecinta Alam🌿🍃)
Disposkan: Aweida Papua




