Headlines News :

.

.
Home » , , , , » Kesadaraan Menjadi Kunci Kesalamatan Bangsa.

Kesadaraan Menjadi Kunci Kesalamatan Bangsa.

Written By Aweida Papua on Jumat, 30 Januari 2026 | 03.12

Seruan Bangsa
Kesadaraan Menjadi Kunci Kesalamatan Bangsa. 

Kunci keselamatan bangsa sangat tergantung kesadaraan. Setiap orang wajib sadar dan bertobat dari jalan tidak benar sejauh ini untuk membangun kesadaraan akan keselamatan diantara sesama bangsa mulai dari hari ini. Keselamatan pribadi untuk memperoleh kehidupan kekal (surga) itu sangat tergantung pilihan masing-masing pribadi tetapi keselamatan bangsa dari kondisi kematian bersama bagian dari usaha secara kolektif tanpa terkecuali bagi segenap bangsa. 

Sadar adalah keadaan ketika seseorang menyadari dan memahami lingkungan sekitarnya, serta memiliki kesadaraan akan  dirinya sendiri maupun secara bersama. Kesadaran adalah kemampuan untuk memiliki pengalaman mental, termasuk pikiran, perasaan, dan persepsi. Mungkin sadar itu merujuk pada keadaan dimana seseorang dapat memberikan respon terhadap rangsangan atau stimulus dari lingkungan. Ini melibatkan kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan beraksi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Sementara kesadaraan bagian dari kemampuan untuk memiliki berbagai tingkat seperti kesadaraan penuh, kesadaraan diri, kesadaraan akan lingkungan. Oleh karenanya, kita perlu menyadari bahwa pentingnya manusia  memikirkan kelangsungan hidup setelah sadar dari langkah hidup yang salah dan bodoh selama ini. 

Seruan Bangsa
Tanpa kesadaraan dibangun, tentunya suatu bangsa akan termusnah akibat penyakit sosial yang diciptakan diantara sesama seperti kebiasaan seks bebas (perzinaan), alkolisme (kemabukan), keinginan hawa nafsu, sihir, kesombongan, kerakusan/ketamakan, Iri hati, egoisme, korupsi, pencurian, pembunuhan, konflik sosial, pembunuhan, keracunan, pengkhianatan, praktek permainan judi, menyembah berhala, dan lain-lain. Kemudian kita perlu sadar dari kerusakan etnosida dan genosida yang berdampak buruk terhadap bangsa secara simultan pada kondisi dewasa ini. Kemampuan kesadaraan bertumbuh dan saling berpengaruh positif diantara sesama dapat menyelamatkan pribadi, keluarga, suku dan bangsa pada umumnya. 

Mari kita ingat dan renungkan, dimana bangsa kanaan yang berasal dari keturunan Ham, mereka berbadan hitam tetapi tanah mereka diserahkan ke tangan bangsa keturunan Sem kepada nabi Abraham dari Terah. Tanah milik bangsa kanaan kini, ISRAEL dapat dikuasai keturunan ras kulit putih. Sebelumnnya milik keturunan Ham dari Kanaan sesuai ceritera sejarah alkitabiah pada awalnya. Bangsa penghuni negeri kanaan termusnah karena mereka tidak membangun kesadaraan pribadi, keluarga dan bangsa pada umumnya. 

Dimana-mana bangsa kulit hitam belum berkembang dan kebanyakan dimusnahkan akibat perbuatan dosa mereka. Misalnya, penduduk Sodom dan Gomora dimusnahkan akibat perbuatan mereka. Orang kanaan seperti Yebusi, Girgasi, Het, Hewi dan lain-lain juga dimusnahkan sesuai konteks alkitabiah karena kebiasaan hidup mereka tidak mematuhi hukum kebenaran. Justru mereka berpegang pada penyembahan berhala, dilakukan pesta pora, pergaulan bebas, tindakan percabulan, praktek permusuhan diantara sesama. Hanya karena tidak pernah dipikirkan membangun kesadaraan, kini negeri mereka dikuasai bangsa-bangsa kulit putih. 

Mabuk Bersama
Allah itu berpihak pada bangsa yang mengakui dan menyembah dia, bukan mengakui dan menyembah terhadap segala berhala. Segala sesuatu yang diciptakan adalah alam raya dengan maksud menyempurnakan pemenuhan hidup dari Allah pencipta itu. Oleh karena itu, muliahkan TUHAN dengan penuh kesadaraan membangun keselamatan bangsa itu. 

Sesunggunya, kita harus benar-benar keluar sebagai bangsa yang merdeka dari pelanggaran dosa. Bila dosa masih terikat dan dipelihara bangsa, maka keselamatan hidup yang diimpikan akan terus tertunda dalam perjuangan kita. Hanya dengan bertindak secara sadar dengan Iman akan tercipta kemerdekaan yang sesunggunya, entah kebutuhan merdeka di dunia maupun surga. Bagaimana bangsa terkutuk bangkit melawan kejahatan kemanusiaan dengan adanya pertolongan dari Allah Nenek Moyang kita, setelah dibangun kekuatan kesadaraan menjadi kunci keselamatan bangsa.....? 

Tujuan perjalanan kita semakin dekat, hanya dosa kitalah yang tertunda dan Allah membiarkan kita hidup kedalam kondisi perbudakaan (penjajahan) akibat ketidaktaatan kita kepada Allah Nenek moyang itu.  Setiap suku bangsa diciptakan dengan maksud baik tetapi akibat dosa mempercepat tahun umur kita. Jadi Allah itu milik semua suku bangsa termasuk bangsa ISRAEL yang pernah hidup dibawa perbudakaan dan air mata di Mesir tetapi mereka terbebas menjadi bangsa yang merdeka terkini.  Begitupula bangsa west Papua yang merindukan kebebasan dari kondisi penderitaan dan penyiksaan yang dialami dari kebijakan negara terhadap bangsa terjajah itu. 

Kalau demikian, dengan sadar kita tidak mabuk (minum anggur), kita tidak melakukan perzinahan (seks bebas), kita tidak melakukan iri hati sesama, kita tidak melakukan kerasukan/ketamakan, kita tidak berfitnah, kita tidak berdusta sesama. Kita tidak makan pinang hingga sombong, kita tidak melakukan korupsi, kita tidak mengkhianati sesama bangsa terjajah, kita wajib melepaskan obat adat (kegoo), kita lepaskan praktek suangi terbang, kita tidak makan uang darah manusia, kita tidak menyembah makhluk duniawi selain TUHAN. Dengan penuh kesadaran kita mencari wajah TUHAN  yang menjadi penyelamat satu-satunya yang kita harapkan menjadi kunci untuk kemerdekaan itu. Intinya, kesadaraan menjadi pilihan terbaik untuk mencapai harapan hidup kita. 

Sementara segenap bangsa masih terikat pada pelanggaran dan dosa yang bertentangan pada kebenaran, mungkin kemerdekaan kita di bumi akan semakin menjauh. Bagaimanapun kondisi kita wajib bebas dari dosa terlebih dahulu sebelum dilakukan kesadaraan secara total demi keselamatan bangsa. Biarlah Allah dapat menyelidiki hati keras kita agar dengan sadar dapat mimikirkan kemerdekaan dibumi mempengaruhi keselamatan total itu.

By: Jach T Gobai (Pecinta Alam🌿🍃) 

Disposkan: Aweida Papua
Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA