Headlines News :

.

.
Home » , , , , , » Darah Manusia Membunuh Tunas-Tunas Bangsa Diatas Negeri Mereka...?

Darah Manusia Membunuh Tunas-Tunas Bangsa Diatas Negeri Mereka...?

Written By Aweida Papua on Selasa, 27 Oktober 2026 | 08.50

Darah Manusia Membunuh Tunas-Tunas Bangsa Diatas Negeri Mereka...? 

A. Konsekuensi Pertumpahan Darah Manusia. 

Setiap bangsa yang hidup dengan "noda" dan "dosa" tidak terluput dari murkah hingga terkutuk pada generasi penerus yang disebut bunga bangsa itu. Setiap umat senantiasa berpikir selamatkan generasi untuk berkembang dan bertumbuh tetapi harapan tidak mencapai target. Kepada setiap umat diharap memiliki kemampuan berpikir menggunakan akal budi untuk mengetahui penyebab tunas-tunas yang gugur selama ini. Tunas-tunas yang disebut generasi penerus diharapkan menjadi pengganti para leluhur mereka. Namun kondisi hidupnya masih berombang ambing karena identitas orang asli terkutuk pada pelanggaran diatas negeri mereka. 

Pilihan hidup yang salah dan keliru membuat  banyak keluarga diketahui terkutuk dan termurkah diatas lumuran darah manusia. Orang yang hidup diatas lumuran darah tidak pernah berkembang dan bertumbuh selama ini. Darah orang tidak berdosa mengejar kita sampai kehidupan tidak berdampak dan terus termusnah. Hal itu sangat terbukti kedalam lembaran sejarah yang dialami oleh bangsa-bangsa selama ini. 

Dalam kehidupan, banyak keluarga diketahui mandul, hidup dengan derita. Pukul dada tinggi tetapi mudah dibujuk. Menyimpan dari kebenaran hingga murtad. Mencintai pembunuh hingga tercium barang yang terkena darah manusia. Melakukan upaya pembebasan tetapi darah orang tak berdosa menutupi nurani dan termusnah secara perlahan-lahan diatas negeri ini. 

B. Pikiran Manusia Papua Dikendalikan Penguasa. 

Ketika pikiran rakyat papua dikendalikan Iblis tentu perjuangan hidup benar akan tertunda diatas negeri kita bersama. Bangsa yang besar wajib menolak segala bentuk dosa yang menutupi jalan hidup  semestinya. Berani menolak tawaran Iblis yang telah membunuh hak hidup kita dapat dipikirkan terlebih dahulu sebagai alternatif terbaik dan mutlak. 

Iblis itu benar-benar merebut hati kita (orang papua). Iblis yang berasal dari kaum penjajah mampu meruntuhkan pendirian orang papua hingga semuanya menari diatas segala kebijakan kasus diatas tanah Papua. Disini ada darah manusia masih bersimbah didepan mata tetapi manusia watak Iblis masih mencari-cari pembenaran sesuai fakta. Orang papua mudah dirayu dan ditawarkan oleh Iblis asal Indonesia melalui tawaran seperti kebijakan otonomi kasus dan pemekaran DOB hingga manusia papua terbentuk seperti wajah Iblis ada dimana-mana. Peristiwa penindasan dan kekerasan masih bertumbuh subur hingga tercipta neraka diatas negeri ini. 

Hampir semua orang papua mengakui keberadaan Iblis dibandingkana mencari keadilan demi kebenaran diatas negeri ini. Tunas-tunas bangsa terbunuh mati karena watak orang papua yang tidak mau berubah sikap, karakter dan moral hidup yang hancur hingga hampir termusnah. Kemudian jaminan hidup bangsa papua sangat tergantung pemerintah kolonial hingga belum ada yang ditampil menjadi generasi yang menolak tawaran ekonomi dan politik diatas negeri ini. 

Konflik horizontal seperti praktek budaya perang suku, perang saudara, perang antara kampung sampai tingkat daerah masih menjadi kebiasaan bangsa terjajah. Aksi kekerasan yang mengorbankan  nyawa manusia masih bertumbuh sumbur tanpa mematuhi hukum kasih yang diajarkan para Missionaris diatas negeri ini. Perang yang bertentangan pada kebenaran menghancurkan kekuatan hidup bangsa terjajah hingga harapan berumur panjang dan merdeka dari penindasan menjadi semu. Jangan kan perang, merasa dipikirkan kebencian didalam hati setiap saja sudah menanamkan bibit kejahatan sejauh ini. 

C. Era Pemulihan dan Kesadaran Berbasis Kebenaran. 

Kesempatan tersedia untuk dilakukan pemulihan. Entah siapun dari berbagai golongan dapat diperlukan pemulihan memutuskan rantai penderitaan  diatas negeri ini. Didalam Tuhan yang kita percaya, Allah nenek moyang mengantarkan kita ke jalan menuju keselamatan bangsa. YESUS menolak tawaran Iblis di padang gurun karena dia hendak menyelamatkan manusia dari kejahatan dunia.  Beda dengan manusia yang tidak terluput dari tabiat dosa yang melekat pada setiap orang. Dengan kondisi seperti ini, semuanya termusnah barulah kita akan sadar dan diadili TUHAN pada akhir zaman nanti. Atau bangkit dari kebodohan memulihkan bangsa melalui perjuangan damai dan berkeadilan sebagai bentuk perlawanan nyata menuju kemerdekaan bangsa. 

Dimana-mana bangsa terjajah yang hidup diatas lumurah darah wajib membentangkan salib Yesus yang menjadi simbol perlawanan sebagai bentuk penolakan atas segala tawaran Iblis diatas negeri ini. Jangan pernah berpikir ingin hidup bersama pembunuh dan pemusnah yang berkeliaran mencari uang darah melalui tindakan pembunuhan diantara sesama. Miliki salib kristus yang benar-benar menjadi simbol "kasih" mewujudkan kehidupan bebas dan damai diantara sesama. Besarkan harapan keselamatan hidup kita pada kondisi panantian ini tentu dengan harapan kemerdekaan yang dilandasi tindakan "kasih" akan mencapai kerinduan segenap bangsa. 

D. Kesimpulan dan Saran

Sebelum dilakukan perlawanan terhadap bangsa penjajah (Indonesia), setiap orang papua berhenti dari unsur dosa, bertobat dari pelanggaran dan memiliki iman dalam "yesus" sebagai simbol perlawanan demi tuntutan hak penentuan nasib sendiri. 

Hidup dalam takut akan TUHAN menjadi pilihan terbaik sambil melepaskan doa pemulihan untuk generasi yang akan datang. Darah menusia tidak lagi mengejar setiap generasi yang dilahirkan sesuai langkah hidup kita. Semua unsur dosa dapat ditinggalkan menuju negeri merdeka melalui perjuangan kekekalan (surga) maupun kebutuhan fisik (merdeka) dunia diatas negeri ini. Sebab perjuangan hidup bangsa memerlukan keterlibatan Allah yang memiliki kuasa penerangan memasuki negeri merdeka. 

By: Jach T Gobai (Refleksi Hidup)

Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA