A. Konsekuensi Pertumpahan Darah Manusia.
Setiap bangsa yang hidup dengan "noda" dan "dosa" tidak terluput dari murkah hingga terkutuk pada generasi penerus yang disebut bunga bangsa itu. Setiap umat senantiasa berpikir selamatkan generasi untuk berkembang dan bertumbuh tetapi harapan tidak mencapai target. Kepada setiap umat diharap memiliki kemampuan berpikir menggunakan akal budi untuk mengetahui penyebab tunas-tunas yang gugur selama ini. Tunas-tunas yang disebut generasi penerus diharapkan menjadi pengganti para leluhur mereka. Namun kondisi hidupnya masih berombang ambing karena identitas orang asli terkutuk pada pelanggaran diatas negeri mereka.
Pilihan hidup yang salah dan keliru membuat banyak keluarga diketahui terkutuk dan termurkah diatas lumuran darah manusia. Orang yang hidup diatas lumuran darah tidak pernah berkembang dan bertumbuh selama ini. Darah orang tidak berdosa mengejar kita sampai kehidupan tidak berdampak dan terus termusnah. Hal itu sangat terbukti kedalam lembaran sejarah yang dialami oleh bangsa-bangsa selama ini.
B. Pikiran Manusia Papua Dikendalikan Penguasa.
Ketika pikiran rakyat papua dikendalikan Iblis tentu perjuangan hidup benar akan tertunda diatas negeri kita bersama. Bangsa yang besar wajib menolak segala bentuk dosa yang menutupi jalan hidup semestinya. Berani menolak tawaran Iblis yang telah membunuh hak hidup kita dapat dipikirkan terlebih dahulu sebagai alternatif terbaik dan mutlak.
Hampir semua orang papua mengakui keberadaan Iblis dibandingkana mencari keadilan demi kebenaran diatas negeri ini. Tunas-tunas bangsa terbunuh mati karena watak orang papua yang tidak mau berubah sikap, karakter dan moral hidup yang hancur hingga hampir termusnah. Kemudian jaminan hidup bangsa papua sangat tergantung pemerintah kolonial hingga belum ada yang ditampil menjadi generasi yang menolak tawaran ekonomi dan politik diatas negeri ini.
C. Era Pemulihan dan Kesadaran Berbasis Kebenaran.
Kesempatan tersedia untuk dilakukan pemulihan. Entah siapun dari berbagai golongan dapat diperlukan pemulihan memutuskan rantai penderitaan diatas negeri ini. Didalam Tuhan yang kita percaya, Allah nenek moyang mengantarkan kita ke jalan menuju keselamatan bangsa. YESUS menolak tawaran Iblis di padang gurun karena dia hendak menyelamatkan manusia dari kejahatan dunia. Beda dengan manusia yang tidak terluput dari tabiat dosa yang melekat pada setiap orang. Dengan kondisi seperti ini, semuanya termusnah barulah kita akan sadar dan diadili TUHAN pada akhir zaman nanti. Atau bangkit dari kebodohan memulihkan bangsa melalui perjuangan damai dan berkeadilan sebagai bentuk perlawanan nyata menuju kemerdekaan bangsa.
D. Kesimpulan dan Saran
Sebelum dilakukan perlawanan terhadap bangsa penjajah (Indonesia), setiap orang papua berhenti dari unsur dosa, bertobat dari pelanggaran dan memiliki iman dalam "yesus" sebagai simbol perlawanan demi tuntutan hak penentuan nasib sendiri.
Hidup dalam takut akan TUHAN menjadi pilihan terbaik sambil melepaskan doa pemulihan untuk generasi yang akan datang. Darah menusia tidak lagi mengejar setiap generasi yang dilahirkan sesuai langkah hidup kita. Semua unsur dosa dapat ditinggalkan menuju negeri merdeka melalui perjuangan kekekalan (surga) maupun kebutuhan fisik (merdeka) dunia diatas negeri ini. Sebab perjuangan hidup bangsa memerlukan keterlibatan Allah yang memiliki kuasa penerangan memasuki negeri merdeka.
By: Jach T Gobai (Refleksi Hidup)





