(Sempan Timika, 07 April 2021)
Aku tidak memiliki sayap dan kaki
Bernafas dari naluri, bukan lagi akal
Seribu jerat dipasang sial dibuai
Aku dibodohi beribu akal-akalan
Kenangan hidup semakin lulu
Pikir dan rasa jadi lantak, lalu stagnan ditempat.
Remak hati jadi urain pena kelak
Sunggu, hidupku penuh kebodohan
Seribu kebencian termakan oleh waktu
Diriku terasa diracuni jiwa, raga dan mutiara
Nafas akhir berbuasa cinta keabadian
Seuntai doa dibuang ke belahan bumi
Kini kedua bola mataku terpandang
Langit sudah mulai berkisar diterangi
Aku bukan lagi "binatang jalan" dibengis
Impian semakin terlihat diangkasa
Gelap tidak menguasai diriku tenggelam
Terang akan disinari CINTA keabadian
Semua hina-dina berakhir keakar-akar
Biarkan Aku hidup bersama penghuni
By: Jach T Gobai
Penyair Sastra

