Merdeka dari dosa sangat perlu karena dosa adalah perbudakan yang merusak hidup, menjauhkan dari Tuhan dan mendatangkan penderitaan. Kemerdekaan sejati diperoleh melalui Iman, pertobatan, dan melepaskan diri dari hawa nafsu. Ini adalah tujuan spritualitas tertinggi untuk hidup dalam kebenaran, ketaatan, dan kasih karunia Tuhan.
Pada awalnya, setiap orang dilahirkan secara merdeka. Entah merdeka dari kehidupan jasmani (fisik) maupun mental spirits bagi setiap orang kedalam dunia nyata. Dan kehidupan merdeka dapat diawali dengan tindakan kesadaraan, agar setiap individu akan berada dalam kondisi kebebasan itu sendiri. Mari kita mengulas dan mengetahui kemerdekaan mental spirit secara berkelanjutan kedalam dunia nyata.
Dengan kekuatan iman kita wajib menjadi orang merdeka kedalam dunia terbuka ini. Sebab manusia diciptakan untuk wajib merdeka dari dosa. Mungkin setiap orang tidak pernah mengalami perubahan hidup karena akibat dari dosa sehingga manusia tercipta menjadi pendosa. Dosa terkadang sulit dihentikan secara akal pikiran kita. Untuk mengetahui sumber datangnya dosa kita memerlukan peran Roh Kudus agar dengan kemulian TUHAN segala yang tersembunyi dapat diketahui melalui penerangan didalam kuasanya bagi setiap orang.
Didalam renungan khusus tentang merdeka dapat diilhamkan didalam kitab (Galatia 5:1) yang menjadi inti dari kemerdekaan yang diusahakan setiap orang. Entah bagaimana pun kondisi setiap orang diharapkan sunggu-sunggu merdeka, sebagaimana Yesus Kristus telah memerdekakan kita dari perhambahan dosa. Mari kita berdiri teguh dan setia pada kehidupan benar untuk mencapai kebutuhan merdeka. Kita wajib tanggalkan perhambahan dosa, sebab Tuhan Yesus adalah pelepas hidup kita, ketika kita berada dalam belenggu dosa. Dengan kasih karunia Tuhan Yesus kita dimerdekakan secara sempurna menuju negeri yang kekal.
Sebelum melangkah kehidupan yang dianugrahkan ini, setiap manusia diberi kebebasan menentukan impian, harapan, dan keselamatan pribadinya agar hidup merdeka dapat dinikmati dan dijalani sesuai kehendak TUHAN tanpa mengandalkan kekuatan pikiran kita. Sebab kekuatan pikiran dan perasaan kita sangat bertentangan pada makna kemerdekaan itu sendiri. Oleh karena itu, hidup dengan penuh sadar atas perbuatan baik dapat menentukan kemerdekaan hidup kita.
Mereka yang hidupnya sebagai orang merdeka tentu berkenan TUHAN. Dan kemerdekaan hidup tidak dapat dimanfaatkan dengan tindakan kejahatan, kelaliman dan penyesatan menuju dunia terang (1 Petrus 2:16). Segala tindakan yang merusak kehidupan dapat ditinggalkan kedalam kehidupan dunia gelap ini. Sebab kemerdekaan didalam TUHAN wajib melepaskan segala ikatan belenggu yang melilitkan kita untuk menjadi manusia merdeka.
Meskipun kita tidak pernah hidup terluput dari ikatan belenggu dosa termasuk larangan 10 perintah Allah didalam kehidupan sehari-hari. Tetapi berusaha menjadi manusia merdeka dapat diperjuangkan melalui pertolongan Roh Kudus demi merebut kehidupan akhirat. Mari kita membaca dan merenungkan didalam kitab (Roma 6:18). Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Kita sudah dimerdekakan oleh Kristus melalui kebangkitannya setelah melunasi utang dosa melalui kematian di kayu salib. Oleh karena itu, dosa tidak berkuasa atas setiap pribadi kita. Kita sunggu-sunggu ciptakan merdeka, entah kondisi jasmani dan rohani, sebagaimana Tuhan Yesus menjadi pribadi yang merdeka dari dosa.
Kita ketahui bahwa TUHAN adalah ROH; dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Kita semua mencerminkan kemuliaan itu datangnya dari TUHAN. Dalam situasi apapun yang dihadapi kedalam dunia ini, kita wajib tercipta menjadi orang merdeka. Segala pelanggaran dosa yang datangnya dari Iblis tidak berkuasa atas diri kita. Kita sudah memiliki seorang penolong yaitu Yesus pemilik kemerdekaan itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa barangsiapa berbuat baik, berjalan tepat, dan melupakan dosa akan tercipta manusia merdeka meskipun kita pernah hidup dari pelanggaran dosa sebelumnya. Telanjangi diri atas perbuatan dosa menjadi tugas utama setiap orang menuju taman firdaus yang dipersiapkan TUHAN; sebagaimana YESUS telah bangkit dari kematian menjadi bahan perenungan setiap orang untuk mencapai kemerdekaan hakiki didalam kebangkitan Kristus.
By:Jachob T Gobai / Pecinta Alam 🌿🍃
Disposkan : Aweida Papua



~2.jpeg)

