Headlines News :
Home » , , , , » Mendapatkan "Biaya Kesempatan"

Mendapatkan "Biaya Kesempatan"

Written By Aweida Papua on Kamis, 12 Mei 2016 | 01.36


AWEIDA-News, Biaya Kesempatan (Opportunity cost) adalah biaya yang timbul untuk memilih sebuah peluang  yang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang diharapkan pada beberapa pilihan sehingga harus memilih salah satu diantaranya, maka alternatif yang tidak dipilih itulah yang menjadi biaya kesemptan. Biaya kesempatan dapat dipilih oleh siapa pun yang memerlukan waktu untuk mendapatkan barang dan jasa demi pemenuhan hidup.

Dalam teori ekonomi kita telah mempelajari tentang biaya kesempatan dan membuat sebuah keseimbangan dari sisi permintaan dan penawaran sehingga menemukan titik temunya diantara penerima dan penawar terus diimbangi. Teori ekonomi tentang biaya kesempatan tak terlepas dalam kehidupan kita, sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan besar dari hasil usaha dari diri kita sendiri dan kondisi tertentu kita telah mengalami kerugian dengan hasil usaha yang kita milikinya.

Dari teori diatas ini, kita bisa menyimak dari sudut pandang ekomi bahwa, yang menerima adalah seorang penerima, itulah yang disebut wanita, kemudian ada seorang yang menawarkan kepada penerima, yang disebut pria. Untuk membuat garis keseimbangan dalam kehidupan haruslah dibuat suatu keseimbangan dari semua sumber daya yang ada sehingga kita akan mendapatkan hasil yang setimpal dari sisi perminataan maupun dari sisi penawaran. Jadi apapun bentuk usaha yang menghasilkan uang, semuanya baik asal tak ada yang menjadi pelanggaran dan dosa sepanjang hidup manusia.

Biaya kesempatan bagi manusia dapat menghasilkan uang melalui berbagai cara. Cara itu kita bisa menjual diri kita untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Yang paling banyak mencari biaya kesempatan adalah bagi kaum muda pada usia dini, terutama kepada mahasiwa/i yang hendak mengurangi beban biaya pendidikan.

Semestinya, untuk mendapatkan biaya kesempatan dengan hal yang positif tentu kita akan merasakan kepuasaan pada diri kita. Namun, dengan adanya cara lain yang dapat menghasilkan uang karena hasil dari jual diri, lalu mendapat biaya kesempatan, berarti mereka akan menanggung konsekuensi dengan perbuatannya.

Yang terpentingkan adalah kita tidak bisa membuat suatu keputusan yang keliru mendapatkan barang atau jasa tetapi kita bisa membuat sebuah keputusan yang dapat menghasilkan uang melalui hasil keringat kita. Dan semuanya harus dilakuan menurut kehendak dia yang terlebih dahulu menciptakan kami manusianya. Jadi berkaitan dengan teori diatas tentang biaya kesempatan sangat membantu dalam kehidupan sesama, sehingga kita bisa memahami secara akurasi demi pemenuhan hidup dalam rumah tangga.

Memang dalam kehidupan manusia, kita tidak pernah terluput dari metode pembelajaran tentang permintaan dan penawaran sebagai bahan ilustasi dari teori ekonomi mikro. Dan permintaan dan penawaran dapat mengilustrasikan dalam kehidupan manusia seperti yang diuraikan sebelumnnya tentang kehidupan dari pria dan wanita dapat hidupnya. Artinya bahwa dalam kehidupan manusia satu berperan sebagai penerima dan satunya berperan sebagai penawar untuk membuat sebuah keseimbangan demi mewujudkan kebahagiaan hidup dalam rumah tangga sepajang hidup bagi mereka yang membentuk satu ikatan keluarga.

Namun, dipertimbangkan dengan hal permintaan dan penawaran yang sangat kontroversi dengan budaya sesunggunya, sehingga pada diri kita, (manusia) dapat terjangkiti dengan suatu virus yang tak dapat diobati pada perkembamgan modern ini, terus meningkat terhadap manusia. Penawar dan penerima hanya berlaku bagi mereka yang dinikahi secara resmi, tanpa melakukan percabulan karena didorong dari keinginan duniawi.

Hidup hanyalah ketergantungan dari perkebangan modern yang seakan terhilang akal sehat, sehingga budaya peran peran para leluhur masih menjadi tuntutan bagi kita penerusnya. Akibat dari akulturasi budaya yang menghasilkan uang melalui sex bebas, minuman keras dan penjualan narkoba dalam kehidupan generasi muda semakin tinggi sehingga hidup ketergantungan pada perkembangan modern saat ini.

Diharapkan kepada kita semua bahwa jangan hanya mencari kepuasaan sesaat, dengan cara menjul diri pada biaya kesempatan, melainkan kita bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari melalui biaya kesempatan dari hasil keringat kita, seperti menjual sayur dipasar, lalu kita bisa membayar sesuatu demi kebutuhan dalam rumah tangga.

Dari tulisan diatas ini, kita bisa membedakan mana yang baik atau tidaknya tergantung pada diri kita sendiri, sehingga dapatlah memahami secara baik tentang biaya kesempatan itu. Lalu kita bisa merevitalisasi kebutuhan hidup demi kesejahteraan dalam rumah tangga sambil menjani hidup di bumi ini.

Kita sering mendengarkan bahwa, setiap usaha dari manusia dapat diperoleh hanya melalui berdoa dan bekerja keras dari diri kita sendiri yang dapat memudahkan kelancaran kebutuhan hidup selama kita hidup di bumi. Dan jangan sekalipun berharap pada sekelompok orang yang hanya mencari kepuasaa sesaat, melainkan hidup bersumber dari hasil upaya kita untuk memenuhi kehidupan dalam rumah tangga sepanjang hidup.


By: Awimee Gobai / Pecinta Alam Papua
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA