Headlines News :
Home » , , » Motivator atau Penghinat Bangsa..?

Motivator atau Penghinat Bangsa..?

Written By Aweida Papua on Kamis, 12 Mei 2016 | 02.24


AWEIDA-News, Dalam kehidupan manusia tentu akan mengadapi berbagai jenis persoalan dalam hidup sehingga perlu kita membedakan cara pandang yang objektif dan universal. Jauh sebelumnya, kita telah mengetahui istilah motivator dan penghianat bangsa adalah kedua istilah yang angat kontroversi maknanya. Sebelum kita membedakan arti dari kedua istilah tersebut, maka kita akan mempelajari penegertian dan arti sesunggunya dari motivator dan penghianat bangsa terlebih dahulu.

Motivator adalah sekelompok orang yang memberikan nasihat dan berbagai saran kepada seseorang yang membutuhkan berbagai pemahaman, nasihat dan saran inspirasi menyangkut hidup dan kehidupan manusia. Dan motivasi itu lebih bersifatnya nasihat dan berbagai saran yang dapat memperoleh kebahagiaan hidup untuk masa depan bagi seseorang yang menekuni suatu tujuan tertentu.

Jika kita mempelajari kebahagiaan hidup yang bersifatnya sesaat dan hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu, maka dapatlah dikatakan motivasi tanpa "kata hati" tak akan memperoleh kebahagiaan yang kekal. Dan motivasi juga merasa bangga pada harga diri suatu bangsa yang merindukan nilai-nilai kultur yang berkesinambungan dengan persoalan ideologi suatu bangsa. Itulah yang dirindukan oleh manusia yang akan membutuhkan manfaat bagi manusia yang selalu menatap masa depan yang cerah.

Oleh karenanya, motivasi dari seseorang haruslah ada "kata hati" untuk memperjuangkan nasib sendiri yang bersifatnya hakiki yang akan mendapatkan suatu faedahnya. Namun motivasinya mengarah pada keuntungan pribadi demi kehidupan sesaat, berarti tak akan berpengaruh pada persoalan ideologi yang dapat menentukan nasib sendiri. Motivasi tanpa maksud dan tujuan tertentu berarti dapat dikatakan mereka hidup tanpa ada akar sesunggunya dari tempat dimana mereka huni.

Perlunya, kita membedakan peran dari seorang motivator maupun dari peran penghianat bangsa dalam masa penantian untuk mencapai tujuan kita bersama. Itulah sebabnya, kita harus memahami dan mempelajari arti sesunggunya dari peran motivator dan penghinat bangsa dalam kehidupan bersama sebagai kedua istilah yang bertolak belakang.

Penghianat adalah mereka yang mencari nafka sesaat, demi memuaskan rasa lapar dan haus melalui cara menghianati atau menjual orang lain demi pemenuhan hidup. Dengan strategi yang beradu domba seperti itu terjadi diantara sesama berarti ada faktor inheren sering muncul dalam kehidupan manusia, sehingga sesama anak bangsa saling menghianati hanya mencari sebatang rokok. Penghianat bangsa itu bermunculan dalam kehidupan keluarga yang berasal dari satu daerah bersamaan. Tak mungkin sesama anak bangsa saling menghinati tanpa diketahui identitas sesunggunya terhadap kelompok oposite. Mereka yang muncul hanya berawal dari satu keluarga dan satu suku yang mendiami di wilayah tersebut.

Perlunya, membedakan arti sesunggunya tentang motivasi sesaat dan penghinat bangsa dalam kehidupan sesama sambil memperjuangkan nasib sendiri bersama para aktivis sejati yang ada. Saat ini, kita melihat berbagai program daapt dikucurkan melalui kebijakan desentralisasi pemerintah bagi wilayah tertentu yang masih memelihara konflik sejauh ini. Program-program dari penguasa itu sebagai nilai tawaran demi meredupkan perjuangan fases yang murni dari kaum tertindas dan terjajah sepanjang perjuangannya.

Mungkin sebagai manusia kami belum mengerti sepenuhnya tentang makna hidup selama ini, sehingga ada yang selalu diberi saran dan nasihat tentang hidup yang baik menurut kehendak mereka terhadap yang lainnya. Dan kondisi tertentu mendapatkan pemahaman-diatas pemahaman atau nasihat diatas-nasihat sehingga telinga semakin tuli sepanjang waktu.

Syukuri dengan ungkapan dari mulut mereka karena mereka menyebut dirinya motivator, dinamisator dan reformator yang dapat merubahkan tatanan hidup bangsa yang mandiri diatas negeri mereka. Bagi kelompok pendengar sudah merasa dewasa dengan pemahaman yang disampaikannya. Dan hal-hal tersebut menamba wawasan berfikir yang logis seperti mereka yang mempunyai kecerdasan yang tinggi. Dapat dipertimbangkan dengan motivasi yang diberikan selama ini, karena motivasi belum tentu disampaikan bentuk nasihat, melainkan menghianati terhadap generasinya. 

Semuanya disampaikan dan disarankan oleh mereka yang menyebut diri motivator menyangkut masa depan. Tetapi dapat dipahami secara komprehensif menyangkut motivasi-motivasi tersebut. Dan sebagai manusia haruslah kita menerima dengan lapang dada dan selalu melihat dengan senyum tulus kepada motivator-motivator itu, agar anugrah hidup di bumi dapat mendasari, menteladani makna hidup semestinya. Bagi kami merasa bersyukur dengan adanya berbagai opini dari saudara/i yang telah diberikan pemahaman atas tingkat kecerdasan yang logis dan teoritis dari mereka demi masa depan generasi.

Biar kita dimotivasikan, disarankan dengan berbagai pemahaman dari mereka tentang makna hidup yang sesunggunya harus dipelajari dari mereka, tetapi aktivitas melalui, media bangsa tak akan pernah berakhir sebelum mengakhiri penderitaan bangsa. Walaupun kami dipantau dan dikunjungi oleh motivator-motivator tadinya tetapi keberadaan anak bangsa yang sedang menantikan gerban kemerdekaan dapat diperjuangkan selagi hidup dinegeri ini, sampai kemerdekaan jatuh ditangan rakyat-Nya. (Admin)

Disposkan: AWEIDA-News
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA