Headlines News :
Home » , » Bentuk Ancaman Terdadap Masyarakat Pribumi

Bentuk Ancaman Terdadap Masyarakat Pribumi

Written By Aweida Papua on Rabu, 12 Agustus 2015 | 03.49

Melanesia  Islands
AWEIDA-News, Bentuk kapitaslisasi, Imprealisasi dan kolonialisasi yang semakin genjar dibelahan dunia, adalah bentuk tindakan yang tidak dapat mematuhi nilai-nilai kemanusia yang mengedepankan prinsip-prinsi kadaulat yang berada dibawa satu nagara yang berdaulat. Negara berdaulat, tetapi sering diantek-antek kaum imprealis dan kapitalis melalui hubungan bilateral antar negara.

Dalam hal ini, kapitalisasi, imprealisasi dan kolonialisasi terjadi di kepulauan ras melanesia, wilayah papua barat tidak terluput dari pengalaman imprealisasi, kapitalisasi dan kolonialisasi semakin inklusif. Ancaman-ancaman tersebut tak pernah kunjung berhenti atas ketamakan penguasa terhadap rakyatnya.

Seringkali kita membenci terhadap Indonesia karena adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang begitu lama terjadi di Tanah Papua. Tetapi selain penjajah masih ada kaum perampok leluasa di Bumi Candrawasih.

Semestinya, kita tidak hanya membenci kepada kaum penjajah tetapi juga kepada negara asing yang sedang menguras kekayaan alam kita saat ini. Karena negara penjajah pun wajib menghormati, dan selalu bertahluk dibawa kaki tangan imprealisme, kapitalisme.


Indonesia bertindak kebodohan terhadap rakyat-Nya, sehingga negara berdaulat itu, dapat dikatakan sebagai negara konsumtif atas kekayaan alam-Nya. Bertindak brutal yang tak bermoral, terhadap suatu bangsa dapat kutuki, dari “Tuhan Yang Maha Esa”. Disebabkan manusia ada untuk saling menjaga dan berproteksi terhadap mereka yang mempunyai paru-paru dunia. 

Tindakan dan kekerasan TNI/POLRI terhadap bangsa papua selama ini, disebabkan kurangnya proteksi dari penguasa itu sendiri, sehingga bangsa papua wajib menuntut hak kebebasan kepada pemerintah Indonesai, Amerika dan Belanda harus menyelesaikan persoalan papua, dibawa pengawasan perserikatan bangsa-bangsa (PBB).

Selama ini, Indonesia tak pernah menikmati hasil kekayaan alamnya, 100% sebagai sebuah negara yang berdaulat, tetapi diatur oleh negara imprealis/kapitalis. Itulah sebabnya, derajat sebuah negara semakin menghilang atas nama negara berdaulat, NKRI sehingga landasan hidupnya dikantongi oleh sistem imprealisme dan kapitalisme secara terstruktur.

Pemerintah Indonesia jangan heran, bila papua sudah mereka, karena dukungan dari rakyat Nusantara menjadi peratian serius yang kita bisa membubarkan negara bentuk republik/NKRI, lalu akan membentuk negara rakyat nusantara (NRN). Kita adalah manusia yang paling mulia dan saling berafeksi sesama, sebagai umat beragama yang mempunyai “Tuhan Yang Maha Esa” sehingga nilai-nilai atau prinsip-prinsip humanis terus bangkit dari berbagai kota di negara ini.

Diikuti dengan perkembangan saat ini, rencananya akan membubarkan negara bentuk republik / NKRI, lalu akan membentuk Negara Rakyat Nusantara, (NRN). Hal seperti itu sangat wajar karena kedaulatan penuh ada ditangan rakyat-nya. Bukan selalu diantek-antek oleh imprealis, kapitalis melalui invetasi asing menjadi akar pemicuh berbagai konflik di Tanah Air.  Baik konflik agama, konflik sosial, dan konflik persoalan ideologi kebebasan satu bangsa. Konflik-konflik itu semuanya distrategiskan atas kepentingan segolongan manusia yang tidak memiliki rasa humanis.

Indonesia sering mengklaim bahwa, Sumber daya manusia di Indonesia menjadi tolak ukur memerangi investasi asing, tetapi nyatanya hal-hal tentu masih diatur. Dan semua kebijakan pemerintah selalu mengharapkan pada pemodal asing sehingga hubungan bilateral antara negara semakin meningkat, sedangkan rakyat-Nya masih dibawa hegemoni kapitalisme dan kolonialisme.

“Disimaknya kehebatan dan intelektual orang Indoneia sendiri dipermainkan oleh kaum imprealis dan kapitalis, sehingga negara ini tak memiliki landasan yang cukup solid sebagai sebuah negara yang berdaulat”. realitanya.

Kita bersatu padu memerangi investasi asing seperti, PT. Freeport milik Amerika, karena adanya perusahaan bentuk korporasi, manusia papua dapat diperkosa, dibunuh, dibantai dan dirusak kekayaan alam terus-menerus sepanjang perjungan. Musuh abadi kita tidak hanya para penjajah tetapi juga bagi kaum imprealis dan kapitalis. Demikian pula, dukungan kita masih terus bangkit dari rakyat nusantara dibawah presiden NRN, sehingga jangan sekalipun percaya pada kaum imprealisme, kapitalisme. Karena mereka datang membawa malapetaka bagi bangsa papua. Dan berusaha untuk menghapuskan bentuk kolonialisme diatas bumi Cendrawasih-Papua, memasuki penentuan nasib sendiri. (AWEIDA)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA