A. Pandangan Umum
Setiap kaum laki-laki dan perempuan yang sudah menjadi satu keluarga dalam rumah tangga tidak diberi ruang untuk menceritakan
mantan pacaran ataupun pernah berhubungan badan (seks) bersama orang lain sebelumnya. Topik pembicaraan yang ujungnya menghancurkan rumah tangga dapat dihindari karena setiap kelemahan suami dan istri seringkali diungkit dalam jangka waktu yang lama akan sangat berisiko memicu konflik, kecemburuan, dan rasa tidak aman dalam rumah tangga akan dialami didalam kehidupan setiap pasangannya.
B. Kelemahan Hubungan Suami Istri Dalam Rumah Tangga.
Kelemahan setiap suami dan istri dalam hubungan pasangan ketika sudah menjadi kepala kelurga dan ibu rumah tangga biasanya memikirkan pikiran kotor terkait pengalaman pacaran dengan mantannya. Sering bercerita tentang mantan pacar yang tidak pernah berhubungan badan (seks) secara terus terang dihadapan pasangannya dapat dimaklumi sebagai pengakuan dosa. Artinya pernah berpacaran tetapi bukan dengan berhubungan seks (kontak fisik) sebelumnya menjadi topik hangat bagi setiap kaum laki-laki maupun perempuan seringkali terjadi dalam pasangan hidup. Tetapi beda dengan cerita mantan pacar atau siapapun dia yang pernah berhubungan badan (seks) sebelum menikah. Dilakukan dengan berhubungan seks justru akan menjaga rahasia mati didalam hidupnya. Karena berapapun dosa perzinahan seks yang pernah dikumpulkan itu diceritakan, tentu dirinya akan merasa terancam, dimarahi, terpancing emosi, dan diceraikan hanya karena cerita mantan berlebihan kedalam kehidupan mereka. Bahkan harga dirinya sebagai suami atau istri tidak dapat diakui dan dihargai. Semua perjuangan didalam rumah tangga tidak dapat dipercaya diantara kedua pasangannya karena semua perbuatan diketahui terbuka dan transparan. Disitulah kelemahan kaum laki-laki dan perempuan yang sangat berat menceritakan semua perbuatannya secara terbuka pada awal membangun komunikasi bersama calon pasangan dalam kehidupan sebelum menikah.
Kemudian setiap kaum istri selalu singgung kehidupan suaminya ketika kehidupan pada masa lajang dengan mantan pacaran juga merusak kehidupan rumah tangga. Istri tidak menahan emosi ketika suaminya punya pengalaman pahit seperti berbuatan zinah bersama mantan pacarannya pada masa bujang hingga bercerita terus menerus berlebihan dalam kehidupan. Begitu pula, perbuatan istri mempunyai dosa zina pada masa bujang hingga suami berusaha menceraikan istrinya secara diam-diam menjadi batu sandungan. Hal itu pasangan suami dan istri memanfaatkan moment untuk memuntahkan perbuatan dosanya juga seringkali terungkap didalam kehidupan setiap rumah tangga hingga berantakan.
Diharapkan kaum adam (laki-laki) jangan pernah percaya istri dengan segala perkataan dusta ketika istri menyinggung mantan pacarnya menjadi bahan cerita selama hidupnya, terutama bersama suami kedalam kehidupan sehari-hari. Karena setiap kelemahan istri soal dosa perzinahan pada masa bujang bercerita dengan jujur dan terbuka akan merasa tidak berharga dihadapan suami. Entah dosa perzinahan yang dikumpulkan secara terbuka maupun tersembunyi sebelumnya. Tetapi lebih banyak mereka mengaku dosa pacaran yang tidak pernah melakukan berhubungan seks seringkali diungkapkan dengan berani dihadapan suami didalam rumah tangga, karenaa perbuatan itu tidak mengandung merusak tubuh (fisik). Itu kelemahan setiap kaum perempuan kedalam kehidupan sehari-hari.
Begitupun suami jangan berpura-pura menjadi kaum adam (laki-laki) yang suci dari perbuatan dosa zinah itu. Entah perbuatan zinah secara keinginan maupun secara kontak fisik bersama mantan pacaran pada masa lajang, semuanya wajib dirahasiakan didalam rumah tangga tanpa diketahui istri. Komunikasi awal secara terbuka akan menentukan kehidupan diantara kedua pasangan suami dan istri menata kehidupan dalam rumah tangga menuju perubahan total.
"Risiko dalam rumah tangga ketika seorang istri bercerita mantan, entah kebaikan dan keburukan yang dialami tetapi hal itu menjadi batu sandungan bagi setiap suaminya. Begitu pula suami mengungkit-ungkit semua mantan pacaran dihadapan istri juga awal bangkit amarah dan kehancuran didalam pasangan hidup mereka".
Bahkan setiap laki-laki, para suami juga tidak menyakiti istri ketika ada masalah didalam rumah tangga, hanya karena perasaan tentang perjalanan hidup istri sebelum menikah. Semua perbuatan dengan mantan dapat dirahasiakan tanpa membanding-bandingkan atas perbuatan istri. Sebab perbuatan dosa diungkit terus menerus tentu rumah tangga sudah mulai tertanam bibit kehancuran (kejahatan) hingga perceraian menjadi pilihan diantara kedua pasangan kedalam rumah tangga sesuai realitas hidup manusia selama ini.
C. Memikirkan Pertobatan dan Pemulihan Di dalam Rumah Tangga.
Setiap laki-laki yang disebut suami perlu memiliki pikiran dewasa dan tidak menanggapi semua cerita istri berlebihan karena manusia pertama jatuh karena dustanya hawa hingga kehidupan adam tidak berharga dihadapan TUHAN di Taman Eden hingga diusir keluar. Tidak penting juga suami pukul istri hanya karena disinggung mantan pacarannya. Dan ataupun laki-laki yang pernah berhubungan seks bersama istri kita pada masa bujang sebelumnya. Begitupun perbuatan suami bersama mantan pacaran hingga energi dihabiskan melalui seks bebas pada masa bujang tidak disinggung istrinya. Laki-laki bukan pemain perempuan untuk menindas perempuan konteks hubungannya dengan seks diantara suami istri. Begitupun setiap istri menjaga dirinya dari godaan dengan laki-laki yang mencari kenikmatan seks di lingkungan luar.
Setiap orang punya masa lalu. Entah masa lalu dengan tindakan noda ataupun pernah menjaga kemurnian dari namanya seks bebas itu. Masing-masing punya koreksi diri soal kehidupan manis dan ataupun pahit sesuai pilihan hidup setiap orang. Yang terpenting itu, luka yang lama tidak terbawa arus kedalam pikiran dan perasaan hingga menimbulkan perceraian akibat dosa masa lalu yang merusak citra diri maupun hubungan dalam keluarga itu sendiri.
Laki-laki diciptakan untuk pelindung dan mempertanggung jawab didalam rumah tangga tanpa terbawa arus kedalam kelemahan dan dosa istri pada masa lalunya. Dan istri tidak diperbolehkan menyinggung semua perbuatan suami pada masa bujang setelah menjadi ibu rumah tangga didalam keluarga. Disarankan setiap istri dan suami lebih fokus pada masa depan bersama pasangannya bukan pada mantan pacaran sebelumnya. Dan sebagai istri dan atau suami perlu menjaga wibawa dirinya dalam rumah tangga agar relasi antara suami dan istri senantiasa tercipta kehidupan harmonis sepanjang hidup mereka.
D. Kesimpulan dan Saran
Laki-laki diciptakan untuk menjadi suami bagi setiap istri hingga diberi mandat sepenuhnya sebagai wakil Allah dalam rumah tangga untuk membawa keluarganya menuju surga yang dipersiapkan itu. Sebab untuk menciptakan kehidupan damai, sejahtera, dan harmoni berawal dari proses kemimpinan setiap suami sebagai kepala keluarga yang membawa rumah tangganya ke zona damai, bahagia dan sejahtera menghadirkan surga di bumi.
By: Jachob T Gobai (Refleksi Sosial)





.jpg)
