Puisi: Sahabat Terlahir Dari Deretan Seatap Rumah di Bumi.
(Dimiya, 12/09/2018)
Atap leluhur tidak selamanya runtuh,
Hubungan keluarga tetap abadi,
Persahabatan semakin kokoh,
Adukan semen penahan besi tua,
Rasa cinta dikenang sahabat senasib,
Teman sedarah cinta abadi di bumi.
Daun kering tetap jatuh diakar pohon,
Manis pahit dirasakan tumpuan kaki,
Rasa bersama terurai kedalam lembaran sejarah.
Pohon ditebang, akar pun terasa,
Masalah dihadapi pilu di hati,
Keluarga tempat berpulang,dan dikenang selamanya.
Impian terus mengudara diangkasa,
Perjuangan terasa senasib di bumi,
Segalanya terbangun diatas pondasi leluhur.
--Jach T Gobai --
Penyair Sastra


