Headlines News :
Home » , , » Hati-Hati Terkena Empedu Papua

Hati-Hati Terkena Empedu Papua

Written By Aweida Papua on Senin, 12 Maret 2018 | 19.02

Binatang-Bintang Liar sudah Mulai punah akibat ketamakan manusia yang sering berburu didalam hutang papua
Hati-Hati Terkena Empedu Alam Papua
Aweida Papua, Apa itu Empedu..? Empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan berwarna hijau kekuningan karena mengandung pigmen bilirubin, biliverdin, dan urobilin, yang disekresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata. Empedu Alam Papua semakin dihancurkan dan dihabiskan oleh pemburu liar yang ingin menghabisi segala ciptaan yang ada di dalam lingkungan bebas di Tanah Papua. Empedu ada di dalam setiap tubuh binatang bahkan pula kepada manusia yang mempunyai akal budi. Untuk menjaga empedu binatang, manusia memiliki hati dan pikiran terhadap semua ciptaannya.Ba hkan pula dengan tenaga fisik bagi manusia dapat melindungi dan memagari terhadap setiap binatang yang mempunyai naluri kolektif. Manusia adalah makhluk hidup yang termulia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dan manusia diberikan kebebasan hidup untuk menghidupi dan mengelola segala yang Tuhan anugrahkan sesuai ketuhannya. Manunusia dengan binatang sangat kontroversi pada kebijaksaaannya sebab manusia itu memiliki hikmat dan akal budi, sedangkan dunia binatang memiliki naluri. Manusia yang memiliki hikmat dan akal budi dapat dipertimbangkan untuk penyelamatan terhadap segala ciptaan termasuk binatang yang memiliki naluri agar manusia selalu hidup diatas penghiburan dan ketenangan dari beraneka ragam ciptaannya. Setiap orang beranggapan bahwa semua binatang adalah barang konsumsi sehingga bintang liar maupun jinak yang hidup di lingkungan dapat diburu oleh manusia untuk mencari nafka sehingga semua binatang yang hidup semakin habis dan lenyap akibat rasa ketamakan manusia. Kepunahan binatang liar maupun jinak disebabkan ketidakseriusan untuk melindung hanya ingin memunahkan terhadap dunia binatang. Saat kita ingin makan daging binatang seperti daging ayam, biasanya kita potong ayam tersebut dengan berbagai cara pemotongan. Dan sementara dipotong sangat berhati-hati terkena empedunya agar badan ayam yang kita konsumsi tidak terasa pahit pada seluruh anggota badan ayamnya. Misalnya binatang Ayam adalah salah satu bintang yang sering kita pihara maupun ayam hutan yang hidup di hutan rimba. Ayam yang dipelihara oleh manusia maupun ayam liar yang hidup di hutan, tetapi keduanya adalah jenis ayam yang tergolong kedalam binatang. Didalam badan ayam tentu adanya "Empedu". Jika empedu sudah bocor atau kempes tentu daging ayam tersebut tidak dapat menikmati dan dikonsumsi bagi mereka yang sering makan daging ayam dalam kehidupan hari-hari. Semestinya, tidak semua daging binatang menjadi barang konsumsi kecuali binatang yang dipelihara oleh manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia sangat berhati-hati mengeluarkan empedu tersebut dengan kondisi yang tenang sambil memotongnya, supaya badan daging ayam atau bebek dapat menikmati dan selalu dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh binatang yang ada dialam lingkungan tidak semuanya menjadi bahan konsumsi dalam kehidupan terus menerus, namun ada binatang tertentu yang harus dipelihara dan ditinggalkan pada cagar alamnya. Sangat berbahaya dan memilukan hati, jika empedu manusia juga tidak terawat dan terpelihara sambil menjalani hidup dan kehidupan secara selaras, sepadang dan terukur. Begitu pula empedu manusia haruslah terawat pada kondisi tubuh manusia agar empedunya tidak menjadi pengotoran karena empedunya bocor atau kempes. Bila empedu manusianya bocor atau kempas tentu bagi manusia yang memilki akal budi dapat mati diatas negerinya. Atasilah dengan keinginan manusia untuk mengabisi binatang yang memiliki naluri bukan akal budi semetara manusia yang mempunyai empedunya saja dihancurkan dan dicemari oleh karena rasa kenabsuan terhadap semua binatangnya. Dan kita telah mengetahui bahwa, manusia hidup ataupun mati Tuhan telah mengaturnya sejak kita masih berada di dalam kandungan Ibu kita masing-masing. Tetapi yang terpenting bagi manusia adalah kita harus mengurangi atau melenyapkan rasa ambisius dan tamak terhadap semua binatang itu adalah barang konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Ada binatang khusus yang ditempatkan oleh maha pencipta untuk menjadi pengabar atau pengantar informasi kepada manusia yang membutuhkan peratian sewaktu manusia membutuhkan imformasi. Realita dalam kehidupan manusia sejauh ini, kita melihat ada binatang tertentu yang sering dihibur dan disemangati kepada manusia, ketika manusia membutuhkan pertolongan melalui tanda-tanda alam sekitarnya. Dunia binatang seakan diburu terus menerus sehingga "empedu" bintang semakin lenyap akibat tindakan manusia terhadap seluruh bintang yang memiliki naluri dari cagar alamnya. Kapankah kita mengatasi rasa ketamakan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari..? Sebagai kesimpulan, kita semua membutuhkan umur panjang dibumi, jika kita memelihara, melindungi dan melestarikan untuk semua ciptaannya, terlebih khusus terhadap dunia binatang yang diciptakan oleh penciptanya. Mari kita semua yang lebih peduli terhadap dunia binatang dapat memelihara dan memagarinya dimana binatang-binatang itu hidup dari cagar alamnya. Dengan demikian kita akan menikmati dan mengelola segala ciptaanya secara natural menjadi kewajiban setiap individu dan sesama selama kondisi penantian ini.

By: Tamogei Gobai (SPAP)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA