Headlines News :
Home » , » " BANGSA PAPUA DIMUSNAHKAN ATAS KEPENTINGAN KOLONIALISME DAN KAPITALISME GLOBAL "

" BANGSA PAPUA DIMUSNAHKAN ATAS KEPENTINGAN KOLONIALISME DAN KAPITALISME GLOBAL "

Written By Aweida Papua on Senin, 15 Juni 2015 | 06.35

AWEIDA-News-Saat ini, kita mengalami kehilangan jiwa manusia serta segala pengujian dan pencobaan juga sedang menimpa di Negeri yang kita cintai. Penindasan dan pembantaian yang dialami oleh bangsa papua adalah satu persoalan mendasar yang belum pernah terselesaikan sepanjang perjuangan selama ini. Dan kehidupan bangsa papua merasa terimpit dan terdesak dengan tindakan yang tidak dapat membuat perubahan dalam kehidupan sosial. Mulai dari papua dianeksasikan dan dintegrasi kedalam negara Indonesia sampai saat ini. Kemudian kita juga sebagai manusia seringkali terjebak dengan rayuan dan tipu musliat dengan berbagai kebijakan dari pemerintah yang semakin mengkapitalisasi dan kolonialisasi terhdap bangsa papua barat.

        Kita sebagai pewaris tanah sekaligus sebagai penghuni tanah papua. Kita dapat melihat segala bentuk tindakan dan kekerasan TNI/PORI terhadap bangsa papua barat selama ini. Karena penderitaan dan penindasan itu hanya demi memanfaatkan kepentingan negara bersama kaum elit politik yang tidak mempunyai rasa humanis. Sementara, manusia papua itu dibunuh atas kepentingan negara sebagai bagian dari proses penjajahan. Semestinya, kita tahu bahwa, nilai manusia lebih tinggi dibandingkan segala yang ada dimuka bumi. Dan disisi lain, kita juga tidak pernah berfikir bahwa, semua yang dianugrahkan itu untuk kita.Tetapi justru kita juga ikut terhipnotis dengan rayuan dari kaum penjajah yang menutupi mulut kami dengan uang darah manusia. Akibatnya, sesama etnis saling membunuh dan dibunuh secara tindakan kriminal, terutama di daerah rawan konflik sosial. Tindakan dan kekerasan melalui konflik sosial diakibatkan kepentingan segolongan manusia yang tidak mempunyai rasa humanis  terhadap sesama etnis sebagai satu bangsa pilihan.


Ketika pemerintah belanda masih berada dipulau Papua. Pemerintah belanda telah menamakan pulau Papua sebagai pulau surga kedua. Artinya, Tanah Papua adalah tanah yang penuh damai sepanjang hidup akan berjalan. Namun papua diintegrasi kedalam negara Indonesia sudah mulai tercemar tanah suci papua itu. Dikarenakan kehadiran para kaum kapitalisme dan para kolonialisme membawa berbagai produk pemusnahan etnis melanesia melalui berbagai produk genosida. Realitas penderitaan dan pemusnahan etnis melanesia, papua barat tak tabu ditelinga kita orang papua. Tak lama lagi, akan punah diatas negeri kami sendiri.

        Selain Pemusnahan etnis melanesia papua barat, kekayaan alam (Natural Resources) kami dieksploitasi, dan dikuras secara tidak wajar tanpa pamit bagi penghuni atau pribumi selama ini. Kita dapat merungkan konspirasi politik, Jhon F Kenedy, Presiden Amerika Serikat, yang pernah membantai dan mengdiskriminasikan bangsa kulit hitam Amerika bahwa, kulit hitam di dunia harus dimusnahkan diatas muka bumi. Dan konspirasi politik Jhon F Kenedy itu terbukti benar terhadap bangsa papua barat, mulai dari New york Agreement antara Amerika dan negara Indonesia sampai saat ini. Jika kita sebagai manusia yang mempunyai paru-paru dunia, tentu direnungkan atas konspirasi politik genosida terhadap bangsa kulit hitam yang pernah diungkapkan itu. Konspirasi politik Iblis Jhon F Kenedy bersama Ir. Sukarno saat new york agreement kedalam Indonesia itu tidak benar dan ilegal menurut pandangan mekanisme Hukum Internasional.

        Bahkan Konflik antara sesama rumpun melanesia papua barat juga tak pernah berakhir selama bertahun-tahun. Korban kekerasan memakan ribuan jiwa manusia papua dibunuh dan dibantai sehingga manusia papua semakin punah semakin habis diatas tanah leluhur kami sendiri. Dan konflik sosial yang tak pernah berakhir diwilayah areal pertambangan ini, disebabkan kepentingan segolongan manusia yang demi memanfaatkan kepentingan mereka. Kemungkinan konflik sosial menjadi alur menuju pemusnahan etnis, manusia papua diatas negeri-Nya sendiri.
       
Kedamaian dan ketentraman tercipta suatu wilayah atau daerah, apabila sesama etnis menyatukan agenda penentuan nasib sendiri sebagai solusi atas segala produk pemusnahan etnis melanesia, papua barat saat ini. Setiap manusia tak perlu hidup dibawa penjajahan dan penganiayaan berat, selagi kami berada dalam konteks kapitalisme dan kolonialisme. Dia tidak peduli berusaha atasi konflik sosial itu, karena kepentingan-Nya akan terhambat bila pemecahan masalah tersebut bertentangan dengan hukum adopsinya.


        Segala kebijakan program melalui mekanisme desentralisasi tak penah akan ada perubahan sampai kapanpun, selagi papua masih berada dalam tentuk kolonialisme dan kapitalisme global saat ini. Untuk itulah diberi pengakuan atas kejahatan dan kekerasaan TNI/POLRI terhadap bangsa papua barat selama ini. Haruslah bertidak akal sehat dan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian secara bermartabat. Karena mereka  bukan saling membunuh dan dibunuh atau saling menusnahkan dan dimusnahkan satu bangsa pilihan diatas negeri mereka.


Untuk itulah, kepada Bangsa papua barat dibutuhkan komintmen perlawanan secara radikal untuk menuntut pengakuan atas kejahatan dan kekerasan terhadap papua barat yang mempunyai paru-paru dunia dinegeri ini. Dan bangsa papua senantiasa menunggu negara Belanda, Amerika dan Indonesia yang telah menyepakati secara sepihak tanpa melibatkan pribumi yang mempunyai tanah perebutan saat itu. Resolusi menjadi solusi akhir persoalan ideologi bagi, bangsa papua barat. Dan selalu menanti agenda perundiningan secara menyeluruh, serta meninjau kembalinya pepera 1969 yang dinyatakan sudah ilegal, sehingga diadakan referendum ulang sebagai alternatif terbaik penghakhiri persoalan papua barat (AWEIDA)

Disposkan: AWEIDA-News
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA