Headlines News :

.

.
Home » , , , » “PERLUNYA EKSEKUSI MELANDASI NILAI-NILAI KEMANUSIAAN”

“PERLUNYA EKSEKUSI MELANDASI NILAI-NILAI KEMANUSIAAN”

Written By Aweida Papua on Minggu, 24 Mei 2015 | 15.54

Ilustrasi Eksekusi Mati
AWEIDA-News, Hukum dunia dibuat dan dirancang oleh Manusia dunia, namun Hukum Kebenaran sudah ada sebelum manusia ada. Kalau demikian, Hukum Dunia sepertinya selalu berpatokan pada Hukum adopsi sehingga mengeksekusi manusia sewenang-wenang masih terus terjadi dinegeri ini. Eksekusi atau yang disebut pelaksanaan putusan hakim yang memutuskan dan menetapkan berbagai kebijakan dalam rangka menegahkan Hukum Pidana mati masih belaku dinegeri ini. Hukum Pidana mati, tujuan utamanya, “mengeksekusi nyawa manusia” menurut, hukum dunia yang dirancang oleh manusia dunia atau pun dari para (eksekutor). Tetapi bagaimana dengan Hukum Kebenaran dari,“Tuhan Yang Maha Esa” sebagai umat beragama yang mempunyai nilai-nilai kemanusia ?

Menurut Hukum Kebenaran, jika seseorang membunuh manusia tanpa berdosa, maka tindakan dan perbuatannya dibiarkan tanpa mengeksekusi kepada pelakunya. Dan penegak Hukum (Eksekutor) juga dapat menjalankan proses eksekusinya yang berhumanis, bagi pelaku yang sudah dinyatakan pelanggaran selumnya, agar mereka dapat bertobat dari tindakan dan perbuatan atas pengedaran narkoba. Selayaknya, yang mempunyai Hukum Kebenaran yang mengadili dan mengeksekusi sesuai perbuatan mereka pada akhirat nanti.

Eksekusi Mati (2015) di Indonesia 
Kami berani mengatakan kebijakan pemerintah selama ini, hanya merusak nama baik konstitusi negara terhadap mata dunia Internasional. Disebabkan tanpa mempertimbangkan alternatif lain, untuk menyelamatkan nyawa mereka yang telah melanggar Hukum Pidana yang belaku di negara ini. Kemungkinan, pengedar narkoba pun menafkahi kehidupan keluarga mereka melalui berbagai upaya, sehingga dijatuhi hukuman pidana mati. Sejauh ini, penerapan Hukum Pidana mati yang menangani lembaga konstitusi negara belum memiliki Hukum Pidana mati yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang bernilai terhadap “Tuhan Yang Maha Esa”. Sistem penerapan konstitusi sepertinya, asal memerintah dan mengeksekusi rakyat-Nya tanpa melandasi ideologi yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ketuhanan seperti apakah yang sudah diterapkan dinegeri ini ?

Kemampuan manusia melebihi Hukum Kebenaran, sehingga tindakan dan kenabsuan manusia saling memusuhi dan dimusuhi sesama manusia terus terjadi diberbagai negara belahan dunia. Nyawa manusia pun dimusnahkan melalui sistem penerapan hukum pidana mati yang dikategotorikan pelanggaran berat. Kehidupan berbangsa dan bernegara sepertinya, tak pernah melandasi ideologi negara-Nya. Ideolologi negara yang berbunyi tinggi, tetapi penerapannya dalam kehidupan berbagsa dan bernegara yang hampa.

Kebijakan pemerintah saat ini, perlunya dapat mempelajari dan mengenali sumber Hukum Kebenaran dari AlQuaran dan Alkitab, sehingga Hukum Pidana mati yang dirancang oleh manusia dunia itu dapat terarah dan tertatah. Sebagai manusia kami juga turut berduka atas dieksekusinya delapan orang yang terpidana mati, bersama mereka yang ditembak dan dibantai karena mempertahankan perjuangan ideologi bangsa yang dimanipulasi oleh penguasa dunia.
Kami tahu bahwa, mereka sudah melanggaran Hukum Pidana mati, namun sebagai manusia dipertimbangkan dengan perbuatan mereka, bukan semena-mena mengeksekusi dan menghabiskan nyawa manusia tanpa dipertimbangkan alternatif lain yang menjamin kelangsungan hidup. Karena sebagai manusia tentunya, mempunyai nilai-nilai kemanusiaan untuk melindungi dan menyelamatkan mereka yang telah melanggar Hukum Pidana dihadapan eksekutor. Konsekuensi, sistem penerapan yang keliru, mencemari nama baik negara terhadap negara lain, diberbagai negara di belahan dunia terus terjadi. Kemudian kerja sama hubungan bilateral yang erat antar satu negara dengan negara lainnya semakin drastis, karena proses eksekusinya yang tidak bermartabat sesama manusia di dunia ini.

Dapat disimpulkan bahwa, kita bisa menerapkan berbagai kebijakan Hukum pengetahuan dunia yang dirancang oleh manusia dunia untuk mengeksekusi nyawa manusia kepada manusia lainnya. Namun, perlunya melandasi ideologi yang dituangkan dalam UUD negara yang menjamin hak untuk melanjutkan hidup, bagi setiap umat beragama dinegeri ini. Karena Umat beragama yang mempunyai “Tuhan Yang Maha Esa” tentu sudah dinyatakan nilai-nilai kemanusian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dinegeri ini. Dan “Tuhan Yang Maha Esa” tentu mempunyai kuasa supernatural, sehingga semua tindakan dan perbuatan setiap manusia dapat ditanggung terhadap dia yang menciptakan manusia. (AWEIDA)

Disposkan: AWEIDA-News
Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA