#Penjelasan Singkat Tentang Jahat dan Kejahatan.
Sebelum kita telusuri teori tentang kejahatan, perlu diketahui tentang apa itu "jahat" dan "kejahatan" itu sendiri. Jahat adalah sifat atau karakteristik sesuatu yang merugikan atau tidak baik. Sementara "kejahatan" adalah perbuatan atau tindakan manusia yang merugikan dan melanggar aturan, norma atau hukum. Praktek jahat dan ataupun kejahatan bagian dari niat buruk, iri hati, bodoh dan rusak atas kondisi hidup pribadi maupun kepada sesama umat manusia. Dengan demikian, kita akan mengetahui sumber kejahatan yang muncul diantara kalangan umat manusia kedalam dunia nyata.
Kejahatan mulai bertumbuh dan kekerasan berkembang terus sejauh manusia hidup suatu wilayah atau daerah yang menjadi potensi konflik. Dan konflik dapat dipicu akibat unsur-unsur kepentingan setiap orang yang berpikir tidak sehat dan niat jahat. Begitupun kebiasaan pertengkaran, iri hati, dengki dan kebencian sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia. Hidup dengan kuasa gelap sudah menjadi bagian dari kehidupan sesama, sebab sumber kejahatan berasal dari Iblis menjadi pengendali atas kehidupan manusia sejauh ini. Dan bapa atas pelaku kejahatan adalah Iblis yang pernah lawan Allah pada awal penciptaan-Nya.
#Diketahui Sumber-Sumber Kejahatan
Sumber-sumber kejahatan dapat dipicuh karena faktor ekonomi, sosial politik, lingkungan, pendidikan, keluarga, kepentingan agama, psikologis dan perebutan hak milik orang lain. Kejahatan muncul dari faktor ekonomi seperti, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran. Kejahatan dari faktor lingkungan seperti lingkungan yang tidak aman, pergaulan dengan pelaku kriminal. Mungkin dari faktor Individu bisa muncul akibat terganggunya psikologi, pendidikan dan lain-lain. Semua sumber kejahatan dapat merugikan dan menghancurkan kebenaran didalam kehidupan setiap orang.
Banyak pejabat selalu tergoda dalam kejahatan korupsi dan pencucian uang juga ditemukan di mana-mana. Kejahatan juga muncul dalam kehidupan keluarga supaya kehidupan dengan damai dan bahagia sebelumnya dihancurkan oleh Iblis melalui orang-orang yang berpikir niat jahat dan iri hati. Dengan niat jahat banyak orang ditangkap dalam kondisi pencurian dan lain-lain.
#Bentuk-Bentuk Kejahatan
Kejahatan memiliki banyak bentuk dan diklasifikasikan berdasarkan target, jenis, dan tingkat keparahannya. Secara umum, kejahatan dapat dibagi menjadi kejahatan kekerasan, kejahatan terhadap harta benda, kejahatan kerah putih, kejahatan terorganisasi dan kejahatan yang dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa korban.
2. Kejahatan terhadap Harta Benda seperti dalam cakupan pencurian , perampokan, perusakan properti, dan penipuan.
3. Kejahatan Kerah putih seperti tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang yang berstatus tinggi atau memiliki jabatan misalnya: kejahatan korupsi, penipuan pajak, dan pencucian uang.
4. Kejahatan Terorganisasi: Kejahatan yang dilakukan oleh kelompok atau jaringan kriminal yang terstruktur seperti pengedaran narkoba, jaringan begal, terorisme dan kelompok perampokan lainnya.
5. Kejahatan suka sama-sama (tanpa korban): Kejahatan yang tidak menyebabkan korban seperti perbuatan cabul atau penyalahgunaan narkoba.
6. Kejahatan Terhadap Kesusilaan seperti perbuatan cabul, pornografi anak, dan perzinahan tanpa pernikahan.
8. Kejahatan Digital seperti Phishing, card skimming, dan kejahatan siber lainnya.
Semua bentuk-bentuk kejahatan ini merusak kehidupan sesama umat manusia. Kejahatan yang diciptakan menggunakan pikiran (niat jahat) juga menjadi unsur dosa kedalam dunia nyata. Awal manusia diciptakan dengan sempurna, tidak jahat dan tidak merusak diri maupun kehidupan sesama. Tetapi Iblis berusaha memakai manusia supaya manusia yang sempurna dan tidak jahat ini tercipta kejahatannya seperti yang diketahui manusia jatuh dalam dosa akibat liciknya strategi Iblis itu. Bukan cuma seorang diri Iblis yang bermain segala lini kehidupan manusia tetapi Iblis mempunyai anak cucu dibangun jaringan secara terstruktur supaya kehidupan total umat manusia dihancurkan melalui bentuk-bentuk kejahatan yang diketahui sebelumnya.
#Kejahatan Antara Sesama Manusia
Kejahatan tercipta demi kepentingan dan kekuasaan dengan adanya penindasan dan penjajahan terhadap umat manusia yang belum pernah berakhir. Sekitar 6 (juta) jiwa bangsa Yahudi dibantai oleh penguasa Hitler di Jerman dan Eropa sekitarnya. Kejahatan bukan cuma soal pembantaian dan pembunuhan massal yang dialami setiap umat manusia tetapi juga orang yang berpikir amarah, benci, hujat dan lainnya juga mengandung dosa kejahatan itu sendiri.
Setelah adanya perkembangan bangsa yang dipandang superior menindas bangsa yang pernah hidup dalam kondisi primitif seperti bangsa Indian yang merupakan penghuni asli Amerika dibantai dan dibunuh secara nyata maupun terstrukrur dari bangsa eropa yang ingin menguasai kepentingan ekonomi dan politik di Amerika. Kemudian bangsa Aborigin pernah ditembak, dibantai, dan dimusnahkan oleh karena kejahatan secara tidak manusiawi di Australia dan lain-lain. Tidak pernah orang oborigin diberi kesempatan untuk kebebasan berekspresi dan setiap ruang gerak,mereka dibatasi hingga penduduk asli Australia semakin minoritas saat ini.
Dengan niat jahat seseorang ikut terlibat kedalam praktek kuasa gelap seperti praktek suangi terbang, pengkhianatan, keracunan, guna-guna, menghilangkan jejak, memiliki obat pelumpuh, dan obat-obat pembunuh tradisi. Semua praktek kejahatan secara nyata maupun terselubung dapat diketahui. Semua sumber kejahatan secara halus (niat jahat) dapat menyerang seseorang yang hendak menikmati kehidupan umat manusia. Kuasa gelap tidak pernah hilang sejauh manusia hidup, penyakit ini dapat terhilang hanya dengan kebenaran yang dimiliki setiap orang memperoleh keselamatan dan keluputan kedalam dunia realitas.
Awal manusia diciptakan antara Kain dan Habel mulai bertengkar karena iri hati hingga tercipta kejahatan itu sendiri. Kain membunuh adiknya Habel, kejahatan manusia bertambah-tambah secara luar biasa. Kejahatan kemanusiaan tidak pernah kunjung berakhir setiap zaman. Bangsa pilihan Allah diantara keturunan Isak dan Ismail tidak pernah berakhir di sekitar Timur Tengah sejauh ini. Kapankah kejahatan kemanusiaan itu akan berakhir didiantar sesama umat manusia.. . ?
Niat jahat itu dilampiaskan dan dihasilkan resiko fatal diantara sesama manusia. Dengan demikian, orang yang memelihara kejahatan dalam bentuk apa saja dapat merugikan pribadi dan anak cucunya. Pelaku kejahatan adalah Iblis yang mengganggu pikiran dan perasaan manusia supaya ada niat jahat menghancurkan setiap keberadaan manusia.
#Kesimpulan,
Segala bentuk sumber kejahatan pastinya ada konsekuensi yang dihasilkan seperti ada manusia yang menciptakan niat jahat maupun ada pula menerima korban dari kejahatan itu. Orang yang memikirkan kejahatan biasanya tahun umur mereka pendek, hidup mereka tidak diberkati, anak cucu mereka terkutuk, dan termusnah habis-habisan. Sebab akibat dari kejahatan dapat menyakiti hati TUHAN yang menjadi pencipta manusia kedalam dunia terbuka. Sementara orang yang hidup bebas dan tidak pernah memikirkan kejahatan mereka mendapatkan kehidupan berlimpah, mewarisi anak cucu, dan menikmati tahun umur mereka panjang kedalam dunia nyata. Oleh karena itu, hidup dengan segala bentuk kejahatan ataupun ingin bebas dari kejahatan menjadi pilihan setiap orang, mulai dari pikiran dan perasaan manusia itu sendiri. Dan semua unsur kejahatan dapat diusir keluar dengan DOA PUASA dapat diperlukan untuk mencapai kehidupan merdeka dari segala bentuk kejahatan itu sendiri.
Ditulis oleh: Jachob T Gobai (Pecinta Alam 🌿🍃)
Disposkan : Aweida Papua









