Headlines News :
Home » , , » Bangsa Papua Mati Akibat Penyakit Sosial Dan Penyimpangan Sosial

Bangsa Papua Mati Akibat Penyakit Sosial Dan Penyimpangan Sosial

Written By Aweida Papua on Senin, 08 Mei 2017 | 22.10


Ada apa musim kematian manusia papua semakin tinggi disetiap kota di Tanah Papua..? Ataukah manusia papua itu bangsa yang dikutuki oleh Tuhan...? 

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul dalam kehidupan pribadi dan sesama selama bangsa ini masih hidup dibawa ancaman dari penyakit sosial dan penyimpangan sosial. Untuk menemukan penyebab musim kematian manusia pada kondisi saat ini. Yang terlebih dahulu bangsa papua haruslah membangun kesadaraan diri untuk setiap suku, keluarga, dan diri pribadi sambil "introspeksi diri" dari semua tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh setiap pribadi dan sesama, agar ruang maut yang sering nampak pada masa penantian ini dapat diketahui dari sudut pandang secara rasional. Setiap individu wajiblah dimiliki pandangan yang rasional dan objektif sebelum menyatakan musim kematian manusia itu secara pandangan religius dan partial.

Kita sudah melihat kondisi hidup bangsa ppaua selama ini bahwa, orang-orang yang dianggap benar-benar bertumbuh dalam gereja saja dapat mati secepatnya sebelum usianya memasuki lansia. Kita belum memastikan darimana munculnya penyebab kematian seorang gereja itu ? Setelah kita ketahui identitasnya mungkin saja dia seorang pejabat negara yang setia dalam geraja. Dan selama pelayanan dan pekerjaannya dia merasa sunggu-sunggu melakukannya. Tetapi kondisi tertentu atau diluar kegiatan gereja mungkin dia pernah melakukan perakter kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), sehingga pejabat negara yang selalu setia dalam gereja itu dapat mati secepatnya. Apakah peristiwa kematian seperti itu, kita katakan orang itu mati karena kehendak "Tuhan" jawabannya tidak seperti yang dipikirkan oleh manusia.

Contoh kasus yang lain, dalam perjunagan bangsa ini ada sekelompok anggota TPN-PB, mereka selalu eksis mempertahankan ideologi pembebasan bangsa. Dan sementara mereka berjuang tentang penentuan nasib bangsa, mungkin jauh sebelumnya hidup mereka pernah berharap atau bergantung kepada masyarakat yang ada disekitarnya. Jika sekelompok anggota TPN-PB itu tidak diberikan berupa barang sesuai permintaan mereka. Maka, mereka mulai mengajak seluruh anggotanya untuk menuntut sesuai permintaan kepada masyarakat yang ada disekitarnya. Karena tuntutannya tidak dapat dipenuhi oleh masyarakat yang ada disekitarnya, lalu mereka mengambil tindak sewenang-wenang. Kemudian semua ternak yang dipelihara oleh rakyatnya diambil secara paksa dan wanita usia dini dapat perkosa dari kelompok yang menamakan TPN-PB itu, sehingga nilai-nilai perjuangan diatas landasan Iman, Moral dan budaya yang termotivasi bagi anggota TPN-PB itu semakin rapuh. Kepercayaan masyarakat yang membutuhkan kemerdekaan kepada anggota TPN-PB sudah dikutuki dari pencipta musia, dan sesama sehingga mereka mati secepatnya sebelum menikmati hal kemerdekaan itu. Kasus seperti ini, apakah kita katakan anggota TPN-PB itu mati karena hal ideologi pembebasan bangsa, jawabannya tidak dibenarkan.

Kemudian kasus yang sama dalam kehidupan sosial, misalnya, seorang tenaga medis pintar memeriksa pasien yang sudah terkana penyakit AIDS, dan dia tahu bahwa penyakit itu tidak dapat menyembuhkan dengan segala jenis obat yang ada dibelahan dunia. Namun, tanpa dia menyadari, dia ingin mencoba hubungan seks bersama lawan jenisnya bukan dengan istrinya atau suaminya sebagai teman hidup yang sah. Tenaga medis itu, setelah diperiksa hasilnya dapat disampaikan bahwa positif terkena penyakit AIDS, lalu ia mulai menyadari bahwa perbuatannya adalah melawan kehendak Tuhan, sehingga dia memohon pengampunan kepada sang pencipta manusia hingga hari maut menyemputnya. Apakah kasus seperti itu juga kita katakan, seorang tenaga medis mati karena kehendak Tuhan. Jawabannya tidak seperti yang kita katakan dan dipikirkan.

Orang papua dapat mati karena awal mula dari penyakit sosial seperti bentuk perjudian, alkolisme, penyalagunaan NAPZA, tawuran antar pemuda/remaja, Konflik sosial, peraktek KKN, pelacuran, dan pembunuhan strategis, dan penyakit lainnya. Kemudian penyebab Penyimpangan sosial juga menjadi peratian bersama guna menyelamatkan bangsa, suku dan keluarga yang masih tersisa diatas negeri ini. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial antara lain yaitu: Keadaan keluarga yang catur matur, persoalan ekonomi, pelampiasaan rasa kekecewaan, pengaruh lingkungan masyarakat, ketidaksangupan menyerap nilai dan norma yang berlaku, pengaruh kemajuan teknologi yang pesat. Penyebab dari penyakit sosial dan penyimpangan sosial yang terus terjadi di Tanah papua merupakan persoalan tersendiri yang perlu diperatikan bersama.


Faktor-faktor ini sangat sulit mendeteksi dan menemukannya, karena penyakit sosial dan penyimpangan sosial sudah melekat pada diri seseorang. Kita tahu bahwa wilayah west papua adalah salah satu wilayah yang direbutkan oleh kepentingan negara imprealisme dan kolonialisme yang sedang menguras potensi alam kita saat ini. Dapatlah dikatakan orang pribumi yang disebut penghuni di wilayah ini masih berada dibawa proses imprealisme dan kolonialisme dengan niat baik memunahkan bangsa pribuni diatas negeri ini melalui praktek penyakit sosial dan penyimpangan sosial. Dimanakah nilai-nilai budaya para leluhur kepada bangsa ini..?

Kita tahu bahwa, kita sedang diimprealisasi, dan dijajah oleh para imprealis, kapitalis dan penjajah tetapi kita sendiri juga nakal karena belum diatasinya penyakit sosial dan penyimpangan sosial diatas negeri ini. Proses imprealisme dan kolonialisme masih bertumbuh subur dalam kehidupan ini, tetapi kewajiban kita segera mengatasi penyakit sosial dan penyimpangan sosial semasa penantian ini. Bangsa papua masih diimprealisasi, kapitalisasi dan dijajah diatas negeri ini tetapi dapat memahami persoalannya secara objektif, agar semua persoalan sedang terjadi ini diberitakan secara kredibel terhadap belahan dunia, agar masyarakat yang ada dibelahan dunia dapat diketahui secara universal atas musim kematian yang dapat dialami oleh bangsa papua.

Tuhan tidak berkenan manusia ciptaannya hidup dalam kebinasaan, dan kesengsaran melainkan manusia hidup untuk berumur panjang di bumi. Lagi pula Tuhan tidak pernah mengutuki manusia ciptaannya hidup pendek di bumi, melainkan Tuhan mengendaki manusia hidup dalam koridor kebenaran disertai sepuluh perintah Allah sebagai syarat utama untuk berumur panjang bagi setiap individu yang ada diatas bumi ini. Jika seseorang berumur panjang dalam kehidupan tentu kita semua membutuhkan kesadaraan diri sambil mematahui prinsip-prinsip spritualitas sesuai iman dan keyakinan agama masing-masing.

Oleh karena itu, pandangan kita mengenai musim kematian manusia itu dapat memahami secara komprehensif dan rasional, agar kita terus berusaha menemukan penyebab musim kematian dengan pandangan yang objektif dan realistis. Semoga Allah moyang bangsa papua melindungi yang tersisa hingga mengantarkan bangsa ini pada garis akhir yakni, penentuan nasib sendiri sambil menantikan sang pencipta manusia yang kedua kali. Penyelamatan bangsa akan terwujud, ketika kita memiliki kesadaraan diri sambil mengindari penyakit sosial dan penyimpangan sosial yang terus dialami oleh bangsa papua diatas negeri ini.


By: Tamogei Gobai (Pecinta Alam Papua)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA