Headlines News :
Home » , , , » Pelayanan Dibutuhkan Status Panggilannya

Pelayanan Dibutuhkan Status Panggilannya

Written By Aweida Papua on Selasa, 07 Februari 2017 | 23.28



“Pelayanan Dibutuhkan Status Panggilannya” 

Aweida Papua, Kondisi kini, orang yang sudah berpendidikan maupun belum berpendidikan selalu disamanakan tanpa membedakan statusnya masing-masing. Orang yang sudah berpendidikan seharusnya disapa secara sopan santun. Dan mereka harus dihormati dari status pendidikan yang milikinya. Namun, gelar pendidikan dan kemampuan intelektual dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan mungkin kadang diremehkan oleh orang yang belum berpendidikan dalam kondisi tertentu. 

Kemudian orang belum berpendidikan juga selalu menganggap diri bijak dan cerdas pada ungkapan dimulutnya, tetapi sangat sulit membuktikan kemampuan bijak dan cerdas ungkapannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan dalam gereja.

Misalnya, seorang yang sudah berpendidikan, dia disuruh kerja oleh orang yang belum berpendidikan. Pekerjaan yang dia dilakukan adalah menyapu halaman gereja atau halaman rumah hamba Tuan. Orang berpendidikan turut menerima perintah dari orang yang belum berpendidikan itu. Lalu orang yang sudah berpendidikan, dia bekerja hingga selesai sambil keringat. Perasaan dalam hatinya, Ia berpikir bahwa, pelayanan dan pekerjaan Tuhan tak hanya ditentukan dari latar belakang pendidikan tetapi jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal ditentukan dari pelayanan dan pekerjaan Tuhan yang sederhana seperti yang dia lakukan pada halaman gereja tadi.

Kemudian orang yang belum berpendidikan, dia juga mulai sibuk mencari urusan pengetikan. Urusannya, harus menyelesaikan laporan panitia natal yang belum pernah dipertanggungjawabkan kepada jemaat di gereja. Dia harus memaksa kepada juru pengetik, karena laporan pertanggungjawaban itu esok hari akan segera dibacakan kepada jemaatnya. Konsep laporan natal tersebut, dia minta tolong kepada operator untuk diketik dan menyusun konsep secara ilmiah dalam laporan tersebut. Setelah pulang dari tempat pengetikan, Ia berkata, “Alah bisa karena biasa” sambil berdoa dan pulang ke Gereja.

Dalam ilustrasi diatas ini, memberikan kita pemahaman dan pembelajaran untuk melakukan pelayanan dan pekerjaan Tuhan. Yang lebih berkenan Tuhan adalah pelayanan dari seorang yang sudah berpendidikan atau dia yang belum berpendidikan. Ilustrasi ini memberikan kita lebih mengerti dari statusnya sebagai umat yang percaya untuk mengikuti jejak Yesus dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan.

Mungkin kita sudah mengetahui bahwa, hidup itu tidak ditentukan dari latar belakang statusnya masing-masing, baik yang sudah berpendidikan maupun belum berpendidiakan melainkan mampu melakukan segalanya secara tulus dan iklas tanpa dipengaruhi pada kesombongan diri yang seakan merusak citra diri dalam kehidupan sesama. Hidup merendahkan diri adalah hal yang paling dijunjung tinggi bagi umat yang membutuhkan kebersamaan yang erat dalam segala upaya. Cukup dengan merendahkan diri pada pelayanan dan pekerjaan Tuhan demi memaknai misi Kristus dalam hidup kita.

Setiap indivudu juga diwajibkan memiliki prinsip IMAN untuk melakukan pelayanan dan pekerjaan Tuhan. Mengapa harus memiliki prinsip iman dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan ? Segala pekerjaan yang dikerjakan oleh seseorang tanpa mendasari landasan “IMAN” dalam dirinya, akan semakin terhilang nilai-nilai spritual dalam dirinya. Terlebih khusus dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan dari tempat pangilan di Gereja.

Meskipun orang berpendidikan dan belum berpendidikan adalah ciptaan yang sama, tidak saling membedakan, tetapi perlunya menilai diri pada status yang dimilikinya, agar hidup kita dapat disanjung dan dihormati dari hal sederhana yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang akan memiliki taman firdaus adalah mereka yang setia dalam segala hal tanpa memaksa diri melakukan pelayanan dan pekerjaan Tuhan secara pemaksaan. Tuhan tidak berkenan, bila kita melakukan pelayanan dan pekerjaan Tuhan dengan adanya memaksa diri. Akan tetapi, pelayanan dan pekerjaan TUHAN dapat dilakukan secara tulus dan iklas memberi teladan yang baik kepada sesama dalam jemaat maupun dalam kehidupan hari-hari. 


By: Tamogei Gobai (SPAP)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA