Headlines News :
Home » , , » Adakah Manusia Kerasukan Setan dan Roh Jahatnya..?

Adakah Manusia Kerasukan Setan dan Roh Jahatnya..?

Written By Aweida Papua on Kamis, 03 November 2016 | 18.40



Adakah Manusia Kerasukan Setan dan Roh Jahatnya..?


AWEIDA-News, Ada atau tidak adanya roh jahat dan kenyataan dari kerasukan setan acap kali membingungkan orang-orang percaya. Kita sering merenungkan kitab suci dalam (Efesus 6:12,) misalnya, mengakui keberadaan dan kuasa roh jahat. Memang ditunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan kejahatan itu ada, yang diperintah oleh makhluk-makhluk jahat, yang memerangi kuasa kebaikan.

Orang Kristen, dengan perlindungan perlengkapan senjata Allah dipanggil untuk melawan kekuatan-kekuatan ini. Ungkapan “di tempat tinggi,” atau yang diterjemahkan di tepi halaman, “tempat-tempat surgawi,” bisa diartikan tempat yang lebih tinggi “di udara”, sebagaimana yang ditafsirkan beberapa orang, atau yang menjadi pendapat beberapa lainnya, bahwa sampai pada pengalaman tertinggi orang Kristen, kita masih akan menjadi sasaran pencobaan (inilah yang sebenarnya terjadi), dan kita harus berjuang melawan roh-roh jahat supaya dapat menguasai tempat-tempat yang tinggi dalam dunia rohani.

Para spesialis dewasa ini mengakui adanya kelainan jiwa yang sering kambuh, yang adakalanya mengambil sifat yang menghancurkan. Alkitab mengakui adanya bentuk kegilaan yang berbeda dari kerasukan setan. Lihat dalam kitab matius, Matius 4:24. Kita tahu akan adanya orang-orang jahat yang, sementara hidup dalam tubuh ini, dapat membahayakan orang lain.
 
Di sisi lain, ditegaskan kalau percaya kepada setan-setan sama saja rasionalnya dengan percaya kepada malaikat, sebab setan dan roh jahatnya sering bernampak seperti Roh Allah. Para malaikat adalah seras makhluk kudus dan suci yang berkepribadian. Setan dan roh-roh jahat adalah ras makhluk ganas yang berkepribadian terhadap manusia, yang keduanya ada dalam bentuk yang berlainan pada manusia dan tidak jasmaniah menurut kehendak manusia.

Tak ada manusia setan dan roh-roh jahat dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi manusia setan dan roh-roh jahat adalah pikiran manusia yang selalu memikirkan niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki itu sendiri. Kami telah mempelajari dari berbagai sumber materinya menyatakan bahwa, niat jahat, Iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki adalah salah satu niatan jahat yang dapat diprosesi menjadi manusia berpemikiran setan dan roh-roh jahatnya terpusatkan dalam diri manusia sehingga manusia dapat disebut kerasukan setan atau manusia bermirip roh-roh jahat. Sekali lagi, tak ada manusia setan dan roh jahatnya, bila kita mencegah niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki dalam kehidupan sesama.

Meskipun banyak pengajar rasionalistis berpendapat kasus-kasus kerasukan setan di Alkitab hanyalah sekadar bentuk-bentuk epilepsi, gangguan syaraf hebat, kegilaan dan jenis-jenis lainnya dari penyakit mental permanen atau sementara yang sudah dikenal dewasa ini, tidak ada bukti yang sesungguhnya yang membuat kita tidak mempercayai kisah-kisah dan pernyataan-pernyataan Kitab Suci.

Oleh karenanya, mari manusia ciptaan yang mulia, kita tinggalkan niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki dalam kehidupan kita, sebab hal-hal tersebut dapat terlahir manusia serupa setan dan roh-roh jahatnya. Sebab Tuhan telah mengutus anaknya kedalam dunia untuk menebus dosa-dosa manusia terutama, dosa niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki yang menjadi penghalang, untuk kita hidup dalam kekudusan dan kemurnian jiwa.



Beberapa orang memiliki pengalaman tertentu dimana mereka merasa dirinya didorong untuk berbuat salah dengan adanya pengaruh dari luar pikiran atau tubuh mereka. Beberapa kasus kegilaan dewasa ini adalah benar-benar kasus yang di dalamnya terdapat ciri-ciri yang sangat dekat dengan kerasukan setan. Bagaimanapun adalah wajar untuk mengatakan kalau pendapat teologi dewasa ini tidak sependapat mengenai subyek itu. Yang pasti adalah kepercayaan pada adanya kerasukan setan terdapat pada masa orang Kristen mula-mula, dan selama berabad-abad setelahnya, termasuk suatu masa di mana hampir setiap bentuk kekacauan mental terdapat di dalamnya.

Tuhan berkenan, bila kita hidup menurut kristus, tanpa memikirkan niat jahat, iri hati, rasa dendam, dan jiwa dengki yang terbentuk seperti manusia setan dan roh jahatnya. Yesus dilahirkan karena Anak Allah yang maha kudus yang membawa simbol pertobatan agar umatnya dapat dikuduskan dan dilayakan melalui kehadiran kristus ke bumi. Selama ia hidup di bumi, Ia telah diberikan kita kuasa dan kemuliaan yang dasyat sebagai tanda perlawanan dari segala ikatan belenggu dosa. Allah Maha peduli bagi kami umatnya yang jauh sebelumnya hidup dalam keinginan daging sehingga Yesus diutus menjadi pemulih atas segala kejahatan yang dilakukan oleh manusia.

Mari kita ciptakan suasana damai dan tentram antar umat beragama yang mempunyai Tuhan Yang Maha Esa. Sebab hidup tanpa Yesus, kita tidak dapat menikmati kebahagian dan kedamaian hidup. Di dalam diri kita manusia setan dan roh-roh jahat mengajak kita masuk kedalam kebinasaan dan kuasa kegelapan. Namun, ada harapan dalam nama, Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh kudus yang menjadi penolong kepada umatnya agar setiap orang ingin berubah dari kebiasaan hidup yang masih melekat pada kejahatan dunia, seperti selalu berniat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki yang kita lakukan selama hidup ini.


Tetaplah berdoa pada siang hari maupun pada malam hari dan lakukan pergumulan doa sepanjang waktu dengan kesungguan hati, tanpa bersunggut-sungut, sebab Tuhan adalah pemulih atas segala niat jahat dan pikiran setan yang ditimbul dari dalam tubuh manusia. Hanya hidup dalam Yesus ada pengharapan dan kasih yan besar bagi kami manusia yang selalu memikirkan niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki selama ini. Tuhan diberi kita kesempatan untuk bertobat dari niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki yang menjadi penghalang dalam kehidupan kita.

Tuhan masih menatang tangannya dari segala tantangan hidup dan Ia selalu menolong dan mengawasi setiap langkah hidup manusia, hingga hari kedatangan sang pencipta yang kedua kali. Orang yang akan memiliki taman firdaus adalah mereka yang selalu introspeksi diri lalu menteladani misi Kristus dalam kehidupan sehari-hari tanpa memikirkan niat jahat, iri hati, rasa dendam dan jiwa dengki yang menjadi penghalang untuk memperoleh hidup yang kekal. 

By: Awimee Gobai / Pecinta Alam Papua
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA