Headlines News :
Home » , , , » "KEBIASAAN HIDUP MAHASISWA PAPUA: DI TANAH RANTAUAN

"KEBIASAAN HIDUP MAHASISWA PAPUA: DI TANAH RANTAUAN

Written By Aweida Papua on Sabtu, 18 April 2015 | 21.40

Add caption
AWEIDA-News- Kalangan mahasiswa/i asal papua di berbagai kota studi itu, mereka selalu berdiskusi hal-hal yang kurang bermanfaat untuk menjadi pemimpin pada suatu kelak. Pada hal tujuan utama kami untuk mengfokuskan diri dalam pendidikan formal sekarang ini, sebelum mencapai tujuan yang kita hendak ditempu, karena nantinya akan menduduki jabatan yang kita impikan sebelumnya.

Untuk menduduki suatu jabatan atau kekuasaan tentu butuh ilmu melalui pendidikan formal. Pendidikan formal yang menjadi peran terpenting bagi mahasiswa papua, semestinya. Pendidikan formal harus diprioritaskan terlebih dahulu,katanya. Kita datang untuk belajar pendidikan formal melalui mata kulaih yang diajarkan oleh dosen selama ini, bukan saatnya mencari pengalaman sesaat. Ada waktunya untuk belajar pengalaman organisasi sebelum mendapatkan apa yang menjadi target kita pada suatu kelak. Dan saat ini, kita menimba ilmu, membekali potensi dan menguasai bidang kami masing-masing. Ada waktunya saling mentrasformasikan ilmu kepada sesama melalui organisasi suatu saat nanti.

Akhirnya, kebiasaan diskusi nonsen menghabiskan waktu berlarut-larut dalam pengalaman organisasi sosial itu menyebut diri kita mahasiswa abadi. Mahasiswa abadi disebabkan ketidakpatuan pada aturan yang ada pada lembaga intitusi pendidikan yang kita tekuni saat ini. Dan kami juga perlu introspeksi diri hal itu, dalam proses pendidikan selama ini.


Targetkan waktu pendidikan yang kurang dimanfaatkan kami sendiri membuat pendidikan bertahun-tahun di Kota studi. Pada hal orangtua kami mengorbankan tenaga dan dana yang lebih besar untuk pendidikan bagi kami. Namun hasil usaha dengan keringat dari orangtua itu kami menganggap itu sebagai sumber pendapatan yang tak pernah terbatas. Pada hal orangtua kami mengharapkan studi harus terselesaikan secepatnya. Kasihan mereka di Tanah papua, setiap hari bekerja untuk kita dengan pengorbanan yang cukup menghabiskan energi.  Dan daya upaya mereka yang luar biasa tetapi kami tidak pernah terpikirkan hal itu.

Untuk menjadi pertanyaan bagi kita semua, Kapankah kita akan membalas hasil keringat orangtua selama ini ?

Bagi saya, malas ikut-ikutan organisasi sosial yang justru menghambat perjuangan studi saya. Saya bersedia ikut-ikutan mencari pengalaman, bila pengalamanan organisasinya lebih mengarah penentuan nasib sendiri atau persoalan ideologi yang masih harus diperjuangkan. Cukuplah dengan pengalaman dari kegiatan UKM dari kampus dan tambahan kegiatan keaktifan dari Gereja sambil menjalani pendidikan formal di tanah rantau.

Sebaiknya, membubarkan wadah sosial dari pemerintah yang ada disetiap kota studi diluar papua itu. Tidak ada manfaatnya justru belajar cara berkorupsi waktu, uang dan tenaga. Dan melalui pengalaman itu, sering terjadi korupsi bantuan dana dari pemerintah sehingga saling berpolitisasi konyal melalui pengalaman organisasi yang ada. Aneh, tidak ada manusia yang benar-benar belajar dalam pendidikan formal selama kehidupan kalangan mahasiswa papua disetiap kota studi luar papua. Belajar untuk memikirkan hal-hal yang inovatif, kreatif dan rasional, bukan belajar yang bersifat kebiasaan kenak-kananakan dengan saling memprovokasi sesama seperjuang dan senasib di Tanah rantau.

Mahasiswa papua semestinya berubah manset berfikir dan tindakan penerapannya selama ini. Kita adalah harapan masa depan tanah papua, namun melihatnya selama ini, kita dijajah dari setiap sektor yang ada diseluruh wilayah tanah papua. Siapa yang bersalah? kalau kita juga belum memiliki potensi bidangnya. Karena lemahnya pendidikan formal yang menjadi persoalan tersendiri selama ini, sehingga kembali ke Tanah Air juga menjadi tukan kebun. Mohon maaf bila ada yang berkeberatan dengan konsep diatas ini, karena suatu kenyataan akan kita merasakan dan mengalaminya sebagai mahasiswa papua yang mempunyai paru-paru dunia di Tanah Papua. (AWEIDA)


Disposkan: AWEIDA-News
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA