Headlines News :
Home » , , » “KEADILAN BUKAN PENINDASAN SEWENANG-WENANG"

“KEADILAN BUKAN PENINDASAN SEWENANG-WENANG"

Written By Aweida Papua on Kamis, 02 April 2015 | 14.52


AWEIDA-News, Keadilan bukan Penindasan sewenang–wenang sesama manusia didunia ini. Penindasan sewenang-wenang merujuk pada dekadensi populasi bagi mereka yang berada dalam konteks kapitalisme dan kolonialosme di dunia ini. Dan adanya ketidakadilan selama ini, kita bisa mengambil alternatif lain secara damai untuk menentukan nasib sendiri. Kemudia berbagai tindakan dan kekerasan dari penguasa dunia terhadap bangsa Papua Barat sangat sadistis. Karena semua tindakan dan kebijakan justru menindas dan mendominasi terhadap mereka yang mempunyai paru-paru dunia. Kami tahu bahwa, mereka juga sudah merdeka dari tahun 1961 sabagai negara yang berdaulat. Maka tak perlu melakukan manipulasi sejarah papua yang sebenarnya.

Keadilan adalah memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Hak berarti memberikan kesempatan kepada orang lain, untuk bebas bereksprasi dan mengemukakan hak manifesto terhadap kaum kapitalisme dan kolonialisme dalam kehidupan berdemokrasi suatu bangsa. Dan hak juga kita dapat meresponkannya atas tuntutan yang disuarakan oleh mereka mengalami ketidakberdayaan diatas negeri negara mereka. Karena Penentuan nasib sendiri bagi suatu bangsa adalah hak segala bangsa dimuka bumi, agar mereka pun memastikan nasib sendiri melalui mekanisme “referendum” secara demokratis.

Penjajah pun wajib mengakui sebuah negara yang berdaulat yakni, negara “west papua” yang bermandiri tanpa intervensi dalam segala kebijakan, agar persamaan hak dan kewajiban menjadi pengakuan sesama manusia di dunia ini. Karena adanya persoalan ideologi perjuangan papua barat, mereka telah menghabiskan energi dan waktu yang cukup lama diatas negeri mereka. Mereka masih mengalami penderitaan, penyiksaan, dan penganiayaan diatas negeri negara mereka, mulai dari papua berintegrasi indonesia pada tahun 1961 hingga saat ini. Dimanakah nilai-nilai kemanusia kita terhadap mereka yang sedang mengalami pembantaian dan penjajahan diatas negeri mereka?

Ataukah mereka bukan manusia ciptaan yang mulia diatas negeri mereka? Semestinya, mereka pun hak menentukan nasib masa depan mereka. Untuk itulah, manusia  perlu memiliki kesadaraan diri dengan tindakan dan kekerasaan yang dia lakukan terhadap bangsa “Papua Barat” selama ini. Bebaskan mereka dari kekejaman dan kebrutalan yang kita perlakukan terhadap mereka. Karena penentuan nasib sendiri adalah hak segala bangsa dimuka bumi.

Namun disisi lain dizaman globalisasi seperti ini, penderitaan juga erat dengan penindasaan dalam arti penderitaan tersebut disebabkan oleh penindasaan namun apa arti penindasan itu sendiri? Penindasaan adalah keadaan dimana kelompok manusia menguasai dan mengilas hak milik orang lain, begitipun seseorang melakukan egosentrisme langsung maupun tidak langsung terhadap orang lain, dengan jangka waktu yang panjang. Namun pergerakan dinamisme rakyat sipil akan menentukan perubahan menujuh kemandiriaan secara demokratis .

Sering kali pemimpin justru menindas terhadap rakyatnya, Begitupun rakyat papua barat itu hidup dibawa tekanan dan penganiayaan berat mulai dari papua berintegrasi kedalam negara Indonesia sampai saat ini. Berbagai cara dan upaya dia lakukan untuk membuat komunitas atau rakyat papua barat hidup menderita melalui tindakan otoritariarisme maupun militerisme yang sangat eksis. Peristiwa seperti itu, perlunya memediasi dan menyuarakan kepada belahan dunia, agar penderitaan dan kepunahan etnis itu dapat ditanggapi oleh Lembaga kemanusia dibelahan dunia.

Pengalaman penderitaan rakyat papua selama ini adalah suatu tindakan yang sadistis. Oleh karenanya, ideologi perjuangan kemerdekaan papua telah berada dalam kalbu setiap orang papua. Perjuangan butuh tenaga dan dukungn dari rakyat sipil untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagai memori yang harus realisasikan hingga menuju pada penentuan nasib sendiri secara damai.

Tidak adanya pemerataan pendapatan, kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan merupakan tindakan yang membuat komunitas atau rakyat papua barat hidup menderita. Penguasa dunia atau penjajah indonesia tidak punya kekuatan otoriter dan tirani selain pencipta. Orang papua dapat dibunuh, ditindas, dan diperbudak atas tindakan dan kekerasan militer indonesia terhadap rumpun melanesia, west papua telah menjadi isu internasioanl. Untuk itulah, mereka sudah punya jaringan yang sangat cukup solid, bila negara Indonessia pun mengakui kejahatan dan kekerasan selama ini, terhadap bangsa papua dalam masa penantian ini.

Walaupun negara menerapkan sistematis genosida terhadap bangsa papua barat “rumpun melasia” tetapi mereka tidak pernah akan biarkan tindakan dan kekerasan TNI/POLRI terhadap bangsa papua barat sepanjang perjuangan. Kehidupan didunia ini, kita boleh melakukan segala bentuk tindakan refresif, agresif dan masif secara terstruktur. Namun tindakan tersebut, seakan-akan menujuh reformasi dengan mendirikan sebuah negara yang bermandiri tanpa dikapitalisasi dan dikolonisasi terhadap masyarat penghuni / pribumi yang mempunyai paru-paru dunia.

Dapat disimpulkan bahwa, setiap orang selalu bekerja keras dan berusah untuk menghidupi kehidupan keluarganya, lagi pula pemimpin pejuang sejati yang berada dibelahan duniapun, berusaha untuk membebaskan rakyatnya dari penindasan dan penjajahan. Untuk itulah, diserukan kepada rakyat bangsa papua barat, jangan sekali-kali mengatakan kami sudah lelah dengan perjuanagan panjang ini, tetapi berjuanglah dengan sepenuh hati. Karena Penderitaan yang dialami oleh bangsa papua barat sepanjang ini, harus diakhiri dengan kemenangan. Saat ini, belahan dunia pun menyaksikan atas tindakan dan kekerasan TNI/POLRI terhadap rakyat papua selama ini sudah merujuk pada tindakan genosida sehingga penguasa dunia pun membebaskan mereka dari segala bentuk produk pemusnahan etnis, agar persamaan hak manifesto rakyat dapat dipastikan melalui perundingan secara demokratis bagi mereka yang berada dalam konteks kapitalisme dan kolonialisme di bumi cendrawasih. (AWEIDA)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA