Headlines News :
Home » , » KITA ORANG PAPUA MASIH BUTUH PEMIMPIN YANG MEMBUAT PERUBAHAN

KITA ORANG PAPUA MASIH BUTUH PEMIMPIN YANG MEMBUAT PERUBAHAN

Written By Aweida Papua on Selasa, 17 Maret 2015 | 18.54

AWEIDA-News, Kita orang papua masih butuh pemimpin yang membuat peruhan. Mengapa dibutuhkan pemimpin yang membuat perubahan? karena tidak semua pemimpin diberbagai belahan dunia mempunyai gaya kepemimpinan yang tidak sama pula, sesuai berbeda kekuasaannya negara itu sendiri. Setiap pemimipin biasanya memerintah suatu negara ataupun wilayah dengan gaya kepemimpinannya tersendiri. Baik pemimpin yang bergayanya, otoriter, militeristik atau pun demokrasi.

Kita masih butuh pemimpin, sekalipun pemimpin itu pernah memerintah kita secara otoriter, dan militeristik. Didalam demokrasi, mungkin hal itu kurang relevan, mengigatkan otoritariarisme telah dijawab dengan sistem. Tetapi jangan lupa, sifat otoriter pemimpin itu kerap tidak berhubungan dengan sistem politik, apakah refresif atau otoriter. Pemimpin otoriter memerintah suatu wilayah dengan tindakan agresif dan refresif merupakan bagian dari kemerosotan penduduk yang mendiami diwilayah perebutan.

Terjadinya kemerosotan penduduk suatu bangsa atau rumpun, kerena selalu berhadapan dengan kekuatan militer yang berusaha untuk mendominasi negeri negara lain secara ilegal. Kehilangan bangsa atau pun rumpun adalah bagian dari penjajahan negara yang berpendududuk mayoritas yang berusaha menguasai wilayah bangsa lain. Dan penduduk pribumi yang berdomisili suatu wilayah merupakan tempat  kediamannya, sementara mereka masih berada diatas negerinya. Begitu pula, setiap manusia mempunyai akal budi yang dianugrahkan oleh yang Maha Pencipta untuk saling mengasih, mengayomi tanpa diperlakukan diskriminasi rasial sebagai bagian dari nasionalisme.

Banyak pemimpin yang bermain-main dengan kesalahan. Memberi ruang toleransi yang begitu besar terhadap penyelewengan bahkan membiarkan komunitas atau rakyatnya hidup dalam penyimpangan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa dia juga melakukan penyelewengan dalam kekuasaannya. Kompromi dengan kesalahaan adalah manifestasi komitmen kepemimpinan yang buruk.

Sebagai contoh, bagaimana mungkin pemimpin menegur bawahannya agar disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab, jika dia sendiri sering mangkir dan tidak disiplin. Hal lain, bagaimana mungkin pemimpin berani memperingatkan bawahannya agar tidak melakukan korupsi, jikalau dia sendiri sebagai pemimipin melakukan tindakan korupsi dan tidak jujur dalam penggunaan dana otonomi khusus.

Konflik yang sering terjadi di Bumi Cendrawasih adalah akar permasalahan utama konflik komunal, sosial, dan indvidu terjadi di “West Papua” dapat dipicu oleh karena kesalahan pemerintah pusat yang salah urus terhadap daerah Papua. Monopoli kekuasaan, jabatan dan kekayaan alam dikeruk dari negara-negara kapitalis dan kolonialsme.

Isi yang terjemahan sebagai Jawanisasi dan Islamisasi juga dianggap sebagai kebijakan yang memarjinalkan orang Papua. Dan masuknya perusahaan-perusahaan ilegal tanpa pamit menguras dan mengambil kekayaan secara liar. Pengrusakan kekayaan sumber alam tanah Papua juga dianggap sebagai faktor pemicu tumbuhnya kesadaraan nasionalisme orang Papua untuk memisahkan diri dari NKRI.

Untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut diatas perlu bernegosiasi dengan rakyat papua agar permasalahan ini, dapat terselesaikan secara radikal tanpa mengabaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Serta sekaligus dibuka ruang demokrasi bagi mereka yang mengalami penindasan dan pembantaian diatas negeri mereka melalui demokratis.

Yang dibutuhkan oleh rakyat adalah pemimpin yang arif, adil dan berjiwa sosial tanpa diskriminasi rasial dan perlakukan yang tidak adil terhadap bangsa lain. Oleh sebab itu, yang mengandung pesan bahwa rakyatlah yang arif untuk menaikkan kembali sang singa yang otoriter, tetapi telah dilengserkannya karena tak mampu menciptakan Kedamaian dan ketentraman. Seharusnya kita sebagai manusia saling mengakui dan menghargai atas tuntutan yang disuarakan oleh bangsa lain agar kita semua mendapatkan hak yang sama melalui mekanisme “REFERENDUM” (AWEIDA)
Share this article :

.

.

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

RENUNGAN HARIAN

VISITORS

Flag Counter

BIRD OF PARADISI

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA