Headlines News :

.

.
Home » » Pater Nato Gobay : 45 Marga di Meepago Habis Karena AIDS

Pater Nato Gobay : 45 Marga di Meepago Habis Karena AIDS

Written By Aweida Papua on Senin, 17 November 2014 | 08.08

Nabire, SPAP-News– Pastor Nato Gobay mengatakan, 2000-3000 lebih manusia Papua sudah dirampas hak hidupnya oleh penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini sudah ada di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Nabire sejak 1998. Untuk itu, perlu perhatian serius semua pihak.
“Penyakit ini kita tidak pernah pikir suatu saat akan datang ke Tanah Papua, tetapi berkat ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penyakit ini ada disini dan sungguh-sungguh menghabisi masyarakat yang ada di Papua, khususnya di wilayah Meepago (Nabire, Paniai, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Mimika),” kata Nato Gobay saat Musyawarah Besar HIV/AIDS dan Pemberantasan Minuman Keras, di Nabire, Papua, Senin (17/11).
Menurut Gobay, AIDS sudah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia, warga setia keluarga, sekaligus menjadi musuh kehidupan manusia. Dan dari dalam, penyakit ini mulai memakan daging-daging manusia yang ada di wilayah Meepago.
“Dengan demikian, manusia yang tidak bersalah akan berjatuhan sana-sini, anak cucu kami sudah mulai habis, orang tua sudah habis, begitu juga dengan para muda-mudi juga sudah habis,” katanya.
Musyawarah Besar (Mubes) HIV/AIDS dan Pemberantasan Minuman Keras (Miras), ujar Gobay, diadakan untuk mengatasi masalah ini, tidak ada tujuan lain, yakni memberantas minuman keras dan mencegah serta mengurangi penyebaran penyakit Aids.
“Lebih baik mencegah itu saja sudah bernilai tinggi. Kalau ini dibiarkan terus, maka manusia-manusia yang tidak berdosa di daerah ini tinggal cerita dan akan punah. Saya berani mengatakan kalau manusia Papua membiarkan diri terhadap penyakit AIDS dan Miras ini, maka cepat atau lambat manusia akan punah,” katanya.
Menurut Gobay, akibat HIV/AIDS dan Miras, sampai hari ini 45 lebih marga di wilayah Meepago sudah habis. Mungkin sisanya ini juga bisa dihabiskan oleh penyakit AIDS dan Miras.
“Untuk itu, kami sangat prihatin terhadap kehidupan ini, saya sendiri sebagai Pastor. Kami menyadari, kami adalah perpanjangan tangan dari Tuhan untuk coba berusaha mengatasi kehidupan yang terganggu karena penyakit ini,” kata Gobay.
Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw mengatakan, perkembangan HIV/AIDS di masyarakat telah sampai pada taraf yang sangat memprihatinkan. Jumlah penderita selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Apabila kita mengacu pada fenomena, jumlah penderita HIV/AIDS akan jauh lebih banyak lagi daripada yang terdata selama ini untuk Papua. Kabupaten Meepago sendiri ada pada urutan ketiga terbanyak setelah Kabupaten Jayapura,” kata Douw.
Menanggapi itu, ujar Douw, kondisi ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Meepago terutama generasi muda. Setelah itu peredaran Miras yang tidak terkendali, mengakibatkan sering munculnya masalah sosial di masyarakat mulai dari pencurian, pertikaian, pemerkosaan hingga seks bebas yang jelas-jelas menjadi pintu masuk penularan HIV/AIDS.
“Nabire adalah pintu bagi enam kabupaten lain diatas. Saya mohon kepada kita semua, mari kembali kepada gereja, pemerintah untuk membenahi sama-sama. Jangan tinggalkan mereka sendiri tapi kita sama-sama, karena jika dijalankan sendiri maka tidak akan mampu sesuai dana yang dialokasikan ke masing-masing daerah,” katanya. (Admin/SPAP)
Share this article :

.

.

HOLY SPIRITS

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

JESUS IS MY WAY ALONG TIME

TRANSLATE

VISITORS

Flag Counter

MELANESIA IS FASIFIC

MELANESIA IS FASIFIC

MUSIC

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD

FREEDOM FIGHTERS IN THE WORLD
 
Support : AWEIDA Website | AWEIDANEWS | GEEBADO
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Aweida Papua - All Rights Reserved
Template Design by AWEIDA Website Published by ADMIN AWEIDA